Newsparameter.com | Bekasi – Ribuan buruh yang tergabung dalam serikat pekerja menggelar aksi demo di sekitar persimpangan lampu merah Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis (23/11/2023).
Aksi demo sudah berlangsung sejak pukul 09.04 WIB yang menutup akses jalan utama Bekasi-Cikarang.
Kemacetan panjang pun terjadi di ruas jalan yang menuju Bekasi dan Cikarang. Ratusan mobil hingga truk banyak yang terjebak tak bergerak. Kendaraan yang menuju arah aksi demo lebih memilih putar balik terutama pengendara sepeda motor untuk menghindari kemacetan.
Demo yang berlangsung bertepatan dengan rapat pleno Disnaker di Pemkab Bekasi terkait penetapan UMK (Upah Minimum Kabupaten).
Dalam orasinya mereka menuntut kenaikan UMK sebesar 16 persen.
Mereka juga mengancam akan melakukan aksi demo dan menutup kembali akses Tol Bekasi Barat. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Seperti diketahui, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu titik strategis dalam penerapan UMK. Karena ada ribuan pabrik beroperasi di Bekasi dengan jumlah pekerja lebih dari satu juta orang.
Di Bekasi dan juga di Karawang UMK ditetapkan paling tinggi se-Indonesia. Hari ini UMK 2024 akan disimpulkan di Kabupaten Bekasi untuk selanjutnya, direkomendasikan ke Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk ditetapkan.
Sementara itu, dalam rekomendasinya PJ. Bupati Bekasi menyampaikan bahwa Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi Tahun 2024 naik sebesar 13,99 persen dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi Tahun 2023 yang tadinya Rp. 5,137,575 menjadi Rp. 5,856,324.
Menjelang pukul 17.28 wib dari mobil komando melalui orasi penutup ribuan massa buruh di intruksikan untuk membubarkan diri.
Tapi sangat disayangkan, setelah massa aksi demo bubar, banyak sampah berserakkan dimana-mana serta sisa ban bekas yang dibakar.
(Lucky/Red)


















