Newsparameter.com | BITUNG, – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Bitung berhasil mencatatkan kinerja positif pada Semester I Tahun 2025. Sejalan dengan capaian tersebut, Pelindo terus melakukan pembenahan layanan dan tata kelola pelabuhan, sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bitung serta instansi terkait dalam pengelolaan kemaritiman dan lingkungan di sekitar pelabuhan.
General Manager Pelindo Regional 4 Bitung, James David Hukom, menyampaikan hal ini dalam kegiatan Coffee Morning Bersama Media yang digelar di Kantin Karyawan Pelindo Bitung, Kamis (28/8/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Terminal Head Petikemas Bitung serta jajaran manajemen Pelindo.
Menurut James, kinerja Pelindo Group terus menunjukkan tren positif yang ditopang oleh peningkatan layanan dan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan serta membangun citra positif pelabuhan tidak terlepas dari kerja sama dengan stakeholder, termasuk insan media. Kritik dan masukan menjadi energi bagi kami untuk terus berbenah,” ujarnya.
Lebih lanjut, James menegaskan bahwa Pelindo Regional 4 Bitung tidak hanya fokus pada penguatan internal, tetapi juga berkomitmen memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Salah satu wujudnya adalah pembangunan sarana air bersih di Kelurahan Makawidey, dan rencana serupa kini tengah dipersiapkan untuk masyarakat Kelurahan Kasawari,” ucapnya.
Program tersebut mendapat apresiasi karena dinilai mampu membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar pelabuhan.
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab Pelindo untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai entitas bisnis tetapi juga mitra pembangunan daerah,” tambah James.
Menutup kegiatan tersebut, General Manager bersama jajaran manajemen Pelindo mengajak insan media untuk terus bersinergi membangun citra positif Kota Bitung. Dengan semangat Harmonis Menuju Bitung Maju, Pelindo Regional 4 Bitung optimistis dapat memperkuat perannya sebagai “Indonesia Maritime Gateway.”


















