Newsparameter.com | Bitung – Insiden adu mulut antara seorang pria dan seorang perempuan di Pasar Girian yang viral di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak pria.
Pria tersebut diketahui bernama lengkap, Muhammad Fajrin Harun, Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Kota Bitung.
Fajrin menjelaskan bahwa kejadian itu bermula saat seorang anggota DPRD Kota Bitung mempertanyakan alasan penggunaan nama anggota dewan dalam kegiatan penertiban di pasar tersebut.
Menurut Fajrin, saat anggota dewan tersebut mengajukan pertanyaan, seorang perempuan yang diketahui merupakan pegawai Perumda Pasar Kota Bitung justru merespons dengan sikap arogan dan dinilai tidak beretika.
Fajrin menduga sikap tersebut muncul karena yang bersangkutan tidak mengenal anggota DPRD itu atau memang menunjukkan sikap kurang profesional sejak awal.
“Saya langsung menyela dan mengingatkan bahwa yang bertanya ini adalah aleg, jadi mohon klarifikasi disampaikan dengan baik,” ujar Fajrin kepada wartawan. Kamis, (19/02/2026).
Namun, lanjut Fajrin, peringatan tersebut justru memicu emosi pegawai Perumda Pasar tersebut. Perempuan itu kemudian meluapkan amarah, melontarkan kata-kata tidak pantas, serta tidak mengindahkan keberadaan anggota DPRD yang ada di lokasi.
Adu mulut pun tak terhindarkan, dan menurut Fajrin, sikap arogansi pegawai tersebut terlihat jelas dalam video yang beredar luas di media sosial.
Ia juga menyesalkan sikap yang dinilai tidak menghormati wakil rakyat saat menjalankan fungsi pengawasan.
Fajrin kemudian menjelaskan kapasitas dirinya berada di lokasi kejadian.
Ia menegaskan bahwa dirinya merupakan Ketua BM PAN Kota Bitung dan hadir karena merasa bertanggung jawab mengawal kepentingan masyarakat, khususnya terkait penertiban pasar.
“Di mana ada kepentingan masyarakat, kami hadir untuk mengawal, memberi masukan, dan melakukan penyuluhan terkait program pemerintah. Apalagi partai kami merupakan salah satu pengusung pemerintah saat ini,” jelasnya.
Ia juga menyayangkan adanya anggapan negatif terhadap dirinya tanpa mengetahui latar belakang dan kontribusinya.
Menurut Fajrin, sejumlah pegawai Perumda Pasar Kota Bitung sebenarnya mengetahui peran aktifnya dalam mendukung suksesnya penertiban Pasar Girian.
Di akhir keterangannya, Fajrin berharap agar ke depan pihak terkait lebih selektif dalam menugaskan personel lapangan.
Ia menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, mampu berdialog secara argumentatif, serta memahami landasan hukum seperti peraturan daerah.
“Dengan begitu, penolakan dari pihak pedagang bisa dijawab secara edukatif, tercipta keharmonisan, dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dapat terwujud,” pungkasnya. (*)


















