Newsparameter.com|Depok 27-04-2026— Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Mu’taqim R14 Makarsari berlangsung lancar dan tertib pada hari raya Iduladha tahun ini. Ketua panitia kurban(pak Januar menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan meskipun jumlah hewan kurban mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini jumlah hewan kurban meningkat cukup besar. Ada 15 ekor sapi dan 44 ekor kambing yang disembelih. Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing panitia,” ujarnya.
Panitia menerapkan sistem kerja terpisah antara tim penanganan sapi dan kambing sehingga proses penyembelihan hingga pencacahan daging dapat selesai tepat waktu. Kegiatan tersebut juga didukung oleh antusiasme masyarakat yang semakin tinggi dalam mempercayakan hewan kurbannya kepada Masjid Al-Mu’taqim.
Dalam proses distribusi, panitia menyiapkan sekitar 1.500 paket daging kurban. Sebanyak 1200 paket dialokasikan untuk warga lingkungan sekitar, sementara sisanya didistribusikan kepada masyarakat umum dan panitia.
“Distribusi tidak hanya untuk warga R14, tetapi juga warga RW13 dan masyarakat dari wilayah lain yang datang. Kami tidak memilih-milih. Selama stok masih ada, kami bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Menurut panitia, peningkatan jumlah kurban tahun ini menjadi rekor baru dibanding tahun sebelumnya. Kepercayaan masyarakat dinilai tumbuh karena sistem pengelolaan dan distribusi yang dilakukan secara transparan dan sesuai syariat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia Masjid Al-Mu’taqim. Insyaallah kami berusaha mendistribusikan amanah ini sesuai syariat dan tepat sasaran,” tambahnya.
Selain fokus pada distribusi, panitia juga memperhatikan aspek kebersihan dan sanitasi lingkungan. Hal tersebut disampaikan oleh Eddy Yahya selaku Ketua Yayasan Masjid Al-Mu’taqim saat diwawancarai oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Menurut Ketua yayasan H.Eddy Yahya, proses pembersihan area penyembelihan dilakukan dengan penyemprotan menggunakan air dan pembuangan limbah ke lubang khusus yang telah disiapkan sebelumnya. Untuk mengurangi bau di area sekitar, panitia juga menaburkan bubuk kopi setelah proses penyembelihan selesai.
“Peralatan yang digunakan dicuci sebelum dan sesudah dipakai. Sedangkan distribusi daging biasanya dilakukan sekitar tiga hingga empat jam setelah proses pemotongan,” jelasnya.
Terkait alat pelindung diri (APD), panitia memberikan perlengkapan tertentu kepada petugas yang berhubungan langsung dengan hewan kurban. Sementara itu, para juru sembelih yang bertugas disebut telah berpengalaman dan memiliki sertifikasi.
Ke depan, panitia berharap antusiasme masyarakat tetap diiringi dengan ketertiban dalam proses pengambilan kupon maupun distribusi daging agar pelaksanaan kurban semakin nyaman dan tertata.
“Harapan kami kegiatan ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Walaupun jumlah yang diterima tidak banyak, yang terpenting pembagiannya merata dan membawa keberkahan,” tutup panitia.(*)NP,Hilman/red


















