NewsParameter .com|DEPOK, JAWA BARAT -* Kisah memilukan sekaligus memalukan datang dari wilayah RT 03 / RW 03, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.Sabtu 17 Oktober 2026
Dua anak kembar berusia 8 tahun bernama *DAFA dan DAFI*, putra dari Ibu *IDA*, hingga saat ini belum bisa mengenyam pendidikan formal di bangku sekolah lantaran terkendala biaya.
Pantauan Media di Lokasi, Dafa dan Dafi tinggal bersama ibunya dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Di usia yang seharusnya sudah ceria dengan seragam merah putih di bangku Sekolah Dasar, keduanya harus menahan keinginan untuk belajar bersama teman-teman sebayanya.
Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Ida mengaku tidak mampu membiayai kebutuhan untuk masuk sekolah anak kembarnya. Mulai dari biaya pendaftaran, seragam, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
“Jangankan untuk biaya masuk, untuk makan sehari-hari saja kami susah.
Padahal identiras KTP sama KK depok Desil satu seharus nya dapat bantuan tetapi tidak dapat sama sekali “ucap ibu ida.
” Saya ingin anak saya bisa sekolah seperti anak lain,” ujar Ibu Ida lirih.
*Di Balik Kisah Haru, Muncul Kritik Pedas*
Kondisi haru Dafa dan Dafi ini pun mengundang keprihatinan sekaligus kekecewaan warga sekitar. Di satu sisi warga merasa iba, di sisi lain warga melayangkan kritik keras.
Warga mempertanyakan, di tengah gembar-gembor program wajib belajar 12 tahun dan program sekolah gratis, mengapa masih ada anak seperti Dafa dan Dafi yang terlewatkan?
Kemana Lurah Cisalak Pasar? Kemana Camat Cimanggis? Kemana Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Depok? Dan kemana *Anggota DPRD Kota Depok Dapil Cimanggis* yang seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat kecil?
“Jujur kami sedih lihat anak kembar ini. Tapi kami juga kecewa. Seharusnya malu, tingkat kota metropolitan seperti Depok masih ada anak tidak bisa sekolah. Jangan hanya tutup mata dan hanya datang saat butuh suara pemilu,” ujar warga dengan nada kecewa.
Warga menilai, miliaran dana pendidikan, dana BOS, KIP, PIP, hingga dana aspirasi dan reses dewan, seharusnya bisa menjangkau anak-anak seperti Dafa dan Dafi jika pendataan dilakukan dengan serius.
*Harapan Warga*
Warga secara khusus meminta perhatian dan uluran tangan dari:
1. Walikota Depok
2. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
3. Dinas Pendidikan Kota Depok & Provinsi Jawa Barat
4. Dinas Sosial Kota Depok
5. *DPRD Kota Depok / Anggota Legislatif Setempat Dapil Cimanggis*
6. Lurah Cisalak Pasar dan Camat Cimanggis
Warga berharap ada pendataan dan tindak lanjut cepat agar Dafa dan Dafi bisa segera mendapatkan haknya untuk bersekolah. Rakyat butuh bukti nyata, bukan hanya janji.
(firdaus )

















