Newsparameter.com|RINGSEWU – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Dusun 6, Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Dipelopori oleh tokoh penggerak masyarakat, Sagimin, warga secara swadaya melakukan pengecoran jalan usaha tani sepanjang 300 meter yang selama ini belum pernah mendapatkan perbaikan.
Pengerjaan jalan dimulai pada Mei 2026 dan dilaksanakan setiap hari Minggu. Seluruh kegiatan dilakukan secara sukarela tanpa upah.
Warga bergotong royong menyumbangkan tenaga, sementara para ibu-ibu turut berpartisipasi dengan menyediakan makanan dan minuman bagi para pekerja.
Sagimin menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut menggunakan dana murni hasil swadaya masyarakat dan dukungan para tokoh setempat.
Langkah ini dilakukan karena berbagai usulan perbaikan yang telah diajukan ke tingkat pekon, kecamatan hingga kabupaten belum mendapatkan tindak lanjut.
“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas pertanian masyarakat. Karena belum ada perhatian, akhirnya warga berinisiatif bergotong royong melakukan pengecoran secara mandiri,” ujarnya.Minggu (31/05/2026).
Jalan usaha tani tersebut menjadi akses utama pengangkutan hasil pertanian warga seperti jagung, kakao (cokelat), kelapa, dan berbagai komoditas pertanian lainnya. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas petani dan distribusi hasil panen dapat berjalan lebih lancar.
Dalam kegiatan tersebut hadir tokoh masyarakat Sukoharjo, Sagang Nainggolan, yang diundang warga untuk melihat langsung proses pembangunan. Mantan anggota DPRD Kabupaten Pringsewu itu mengapresiasi kekompakan masyarakat yang rela mengumpulkan dana secara patungan demi memperbaiki akses pertanian.
“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Dusun 6 Waringinsari Barat. Meski dengan keterbatasan anggaran, warga mampu menunjukkan kepedulian dan kebersamaan dalam membangun jalan pertanian yang sangat dibutuhkan para petani,” kata Sagang Nainggolan.
Menurutnya, keberadaan jalan yang layak akan membantu mempercepat transportasi hasil bumi sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.
Selain perbaikan jalan, masyarakat juga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu terkait pembangunan talud di sepanjang jalur pertanian guna menjaga ketahanan badan jalan yang telah dicor.
Warga juga menyoroti kondisi embung yang dibangun melalui program Balai Besar Provinsi Lampung. Sejak tahun 2023, embung tersebut disebut tidak mendapatkan perawatan sehingga mengalami penurunan fungsi dan menyulitkan petani memperoleh pasokan air untuk kebutuhan pertanian.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat turun tangan memberikan solusi terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian di wilayah tersebut, sehingga upaya swadaya yang telah dilakukan warga dapat memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan petani.

















