Newsparameter.com|Perayaan Iduladha tahun ini di Masjid Raya Al-Muttakin tidak hanya menjadi momentum ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual tentang pentingnya menaklukkan ego demi meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengusung tema “Sembelih Ego, Jemput Ridha”, ceramah yang disampaikan menghadirkan pesan mendalam mengenai kondisi sosial masyarakat modern yang dinilai semakin sensitif dan mudah tersinggung akibat dominasi hawa nafsu serta ego pribadi.
27-04-2026.
Dalam tausiyahnya, Ustad Hamzah Robbani, M.I.Kom., M.Si., menegaskan bahwa makna kurban sejatinya bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan juga menyembelih sifat-sifat buruk yang bersumber dari ego manusia.
“Kita berharap menjadi seseorang yang benar-benar mampu menyembelih apa yang paling disukai hawa nafsu kita, tetapi ternyata tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka kita sembelih ego kita dan kita jemput ridha Allah,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat hari ini cenderung mudah merasa direndahkan, dihina, dan tersinggung, padahal belum tentu orang lain berniat demikian. Hal tersebut, lanjutnya, lahir dari ego yang terlalu tinggi sehingga menjauhkan manusia dari nilai ketulusan dan kedamaian hidup.
Ia berharap momentum Iduladha dapat menjadi sarana introspeksi agar setiap individu mampu merendahkan bahkan “menyembelih” egonya demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
“Mudah-mudahan di Idulkurban kali ini setiap orang mampu merendahkan egonya, bahkan kalau bisa menyembelih egonya, sehingga negara kita menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.
Dalam ceramah tersebut juga disampaikan bahwa esensi kurban adalah keikhlasan meninggalkan sesuatu yang paling dicintai demi kecintaan kepada Allah SWT. Tidak hanya harta, tetapi juga kepentingan pribadi, kesombongan, dan rasa ingin menang sendiri.
“Ya Allah, aku rela meninggalkan apa yang paling aku cintai, terutama tentang harta. Demi cintaku kepada-Mu, aku rela mengorbankan semuanya,” ungkapnya penuh haru.
Ustad Hamzah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah Masjid Raya Al-Muttakin yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Ia berharap jumlah dan kualitas ibadah kurban terus meningkat dari tahun ke tahun serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan, Eddy Yahya, M.M., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat RUM 14 dan sekitarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada yayasan dan panitia dalam menyalurkan hewan kurban.
“Kami dari yayasan, pengurus masjid, serta panitia kurban mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaannya kepada kami untuk menyalurkan hewan kurban yang telah dipercayakan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kurban dilakukan secara matang bersama panitia yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun, termasuk tim jagal yang dinilai sudah memahami teknis pelaksanaan dengan baik.
Panitia juga melakukan evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya guna meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari sistem keamanan, pembagian kupon, hingga distribusi daging kurban agar lebih tertib dan tepat sasaran.
“Mudah-mudahan pelaksanaan kurban tahun ini berjalan aman, tenteram, tanpa kendala, dan seluruh hewan kurban dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.(*)NP, Hilman/red


















