Newsparameter.com|Pringsewu Lampung – Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Kabupaten Pringsewu, Yurizah Alie, menyambangi kediaman Mbah Suparsono di Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Jumat 06/08/2026.
Dalam pertemuan tersebut, Yurizah Alie mendengarkan langsung cerita dan keluh kesah Mbah Suparsono bersama istrinya di rumah kediamannya.
“Saya Tidak Pernah Bikin Masalah”
Dengan mata berkaca-kaca, Mbah Suparsono menceritakan kegelisahan yang ia alami belakangan ini.
“Saya tidak tahu kenapa sampai begini. Selama ini saya tidak pernah bikin masalah atau berulah. Justru saya selalu membantu kesusahan saudara saya. Meskipun kami sama-sama anak angkat, saya tidak pernah menganggap mereka saudara angkat. Saya anggap mereka seperti saudara kandung,” keluhnya.
Menurutnya, sejak kecil hingga menikah, semua kebutuhan saudara-saudaranya ia yang membiayai. Termasuk pembagian warisan yang sudah dilakukan sesuai amanah almarhum orang tua angkat, Kasiran.
*Kaget Rumah Tiba-tiba Dipasang Plang*
Mbah Suparsono mengaku permasalahan ini bukan kali pertama. Sebelumnya sudah beberapa kali terjadi dan masih bisa diselesaikan lewat mediasi. Bahkan sudah ada surat perjanjian.
“Saya kaget dan tidak percaya. Tanpa ada angin, tanpa ada hujan, tiba-tiba rumah tempat tinggal saya dipasangi plang oleh orang suruhan yang selama ini saya anggap saudara kandung,” ujarnya.
Usia saya sudah renta. Saya memang orang tidak mampu, tapi saya masih punya hati dan pikiran jernih. Saya tidak menyangka akan mendapat perlakuan yang menurut saya sangat tidak manusiawi,” lanjutnya.
*Tuntut Keadilan Hukum*
Dalam kesempatan itu, Mbah Suparsono hanya berharap keadilan dari para penegak hukum di Indonesia.
Semua harta yang ada saat ini atas nama saya. Saya juga yang selalu bayar pajak setiap tahun. Di petuk pajak juga atas nama saya, jelasnya.
Yurizah Alie: Semoga Ada Keadilan.
Merasakan kesedihan yang mendalam, Yurizah Alie menunjukkan empati dengan memeluk istri Mbah Suparsono.
Semoga Allah menunjukkan Kebesaran-Nya, Mbah. Dan semoga hukum bisa menegakkan keadilan seadil-adilnya. Kalau benar ya tetap benar, kalau salah ya tetap salah,” ucap Yurizah Alie sambil menahan haru.
(Erwin/ FPII Kabupaten Pringsewu)

















