Newsparameter.com|Jakarta — Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 menjadi pengalaman berharga bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi ajang untuk mengikuti beragam kegiatan kepramukaan, perhelatan ini juga menjadi ruang bertemu, belajar, bertukar budaya, memperluas pertemanan, serta membangun relasi lintas daerah.14-08-2026
Salah satu peserta yang merasakan pengalaman tersebut adalah Muhammad Haqan Syukur, peserta asal Kota Langsa, Aceh. Menurutnya, keikutsertaan dalam Jambore Nasional membuka kesempatan untuk mengenal lebih dekat keberagaman Indonesia melalui pertemuan dengan peserta dari berbagai wilayah.
Haqan mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah berinteraksi dengan kontingen dari Papua, Maluku, Sulawesi, Jawa, dan sejumlah daerah lainnya.
“Dulunya kami hanya tahu tentang Aceh. Sampai di Jambore ini, kami bisa belajar dan mengetahui banyak hal dari teman-teman daerah lain, termasuk keistimewaan tempat dan bahasa mereka,” ujar Muhammad Haqan Syukur.
Bagi Haqan, Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan berkumpul. Pertemuan dengan peserta dari berbagai latar belakang menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun persaudaraan.
Ia pun berencana membawa pengalaman tersebut kembali ke Kota Langsa dan membagikannya kepada teman-teman di daerah asalnya.
Selain belajar mengenai keberagaman daerah lain, Haqan juga memanfaatkan momentum Jambore untuk memperkenalkan Kota Langsa kepada peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Menurutnya, Langsa memiliki sejumlah potensi wisata yang menarik, salah satunya kawasan hutan mangrove yang menjadi salah satu daya tarik daerah tersebut.
“Hutan mangrove menjadi salah satu hal yang terkenal di Langsa. Daerahnya indah dan memiliki potensi wisata yang menarik,” katanya.
Selain hutan mangrove, Haqan menyebut sejumlah ikon dan destinasi lain yang dapat menjadi daya tarik wisatawan, seperti Tugu Meriam, Tugu Elang, serta kawasan hutan lindung.
Ia berharap peserta Jambore yang datang dari berbagai daerah dapat mengenal lebih jauh Kota Langsa dan tertarik berkunjung ke Aceh.
“Kalau ada kesempatan berkunjung ke Aceh, jangan lupa singgah di Kota Langsa dan menikmati kawasan wisata mangrove,” ujarnya.
Serunya Menambah Teman dan Relasi
Pengalaman memperluas pertemanan juga dirasakan peserta lainnya. Suasana Jambore yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah membuat kegiatan tersebut terasa semakin hidup.
Berbagai aktivitas sederhana menjadi sarana untuk berkenalan, mulai dari berbincang antarkemah, mengunjungi Pasar Jambore, bertukar badge, meminta tanda tangan, hingga membuat konten bersama di media sosial.
Jarak antarkemah yang relatif berdekatan juga membuat peserta lebih mudah berinteraksi dan mengenal teman baru.
“Seru sih. Dapat banyak teman juga. Kakak-kakak pembinanya juga ikut seru-seruan,” ujar salah seorang peserta.
Tradisi bertukar tanda tangan dan badge bahkan menjadi salah satu cara peserta mengabadikan pertemanan selama mengikuti Jambore. Sejumlah peserta mengaku telah mengumpulkan tanda tangan dari teman-teman yang berasal dari beberapa daerah, sementara koleksi badge mereka terus bertambah melalui aktivitas pertukaran dengan peserta lain.
Peserta asal Sulawesi Utara, Mutiara Rarung dan Mary Kimura, menilai Jambore Nasional merupakan momentum penting untuk memperluas jaringan pertemanan dan membangun relasi.
“Kita saling kenalan semua. Jangan lupa menikmati seluruh kegiatan Jambore Nasional ke-12 tahun 2026. Semoga di tahun ini kita bisa tambah teman,” kata mereka.
Menurut Mutiara dan Mary, membangun relasi menjadi salah satu pengalaman penting yang dapat diperoleh selama mengikuti Jambore. Dengan saling mengenal, peserta dapat membuka peluang untuk membangun hubungan dan kebersamaan yang lebih luas.
“Karena tanpa relasi, kita tidak saling mengenal,” ujar mereka.
Keduanya juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang baru selama berada di Jambore.
“Jangan lupa, setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Jadi di masa Jambore ini, mari kita saling berkenalan,” pesan Mutiara dan Mary.
Dari Jambore Membawa Pulang Cerita
Bagi Muhammad Haqan Syukur, kesempatan menjadi bagian dari Jambore Nasional XII merupakan pengalaman yang membahagiakan. Ia mengaku senang dapat datang dari Kota Langsa dan bertemu dengan peserta dari berbagai penjuru Nusantara.
“Saya gembira dan senang bisa berada di sini. Mungkin ini rezeki saya bisa sampai dari Kota Langsa ke Bumi Taji Ngubur untuk mengikuti Jambore Nasional ke-12,” ujarnya.
Jambore Nasional XII 2026 pada akhirnya tidak hanya meninggalkan pengalaman tentang kegiatan kepramukaan. Di balik berbagai agenda yang diikuti, terdapat proses belajar mengenai keberagaman, pertukaran budaya, persahabatan, serta pembangunan jejaring antargenerasi muda Indonesia.
Pertemuan yang bermula dari perkenalan sederhana di area Jambore dapat berkembang menjadi relasi yang lebih luas dan bermakna. Bagi para peserta, pengalaman tersebut menjadi cerita yang dibawa pulang ke daerah masing-masing sekaligus pengingat bahwa keberagaman budaya, bahasa, dan daerah merupakan kekuatan yang menyatukan Indonesia.(*)NP, Hilman/red


















