Newsparameter.com|PRINGSEWU, 30 September 2026 — Aktivitas pertambangan atau galian tanah uruk di Desa Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, menjadi perhatian warga setempat.
Berdasarkan pantauan tim investigasi di lokasi, Rabu (30/9/2026), terlihat sejumlah kendaraan keluar-masuk area galian. Selain itu, satu unit excavator juga masih beroperasi melakukan aktivitas penggalian tanah.
Saat awak media berada di lokasi, operator alat berat sempat ditanya mengenai kepemilikan lahan serta pihak yang bertanggung jawab atau mengawasi aktivitas tersebut.
“Saya hanya pekerja saja, Pak. Setahu saya ini punya Pak Joko Kicot. Beliau tidak ada di lokasi, masih di luar kota,” ujar operator tersebut.
Tim kemudian berupaya menghubungi Joko Kicot untuk meminta keterangan terkait aktivitas galian tanah uruk tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, upaya komunikasi belum mendapatkan respons.
Sementara itu, sejumlah warga Desa Purwodadi mengeluhkan dampak aktivitas kendaraan pengangkut tanah yang melintas di sekitar permukiman. Warga mengaku terganggu oleh debu dan kotoran tanah yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut.
Selain persoalan debu, warga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai terdampak oleh lalu-lalang kendaraan pengangkut material.
Warga berharap pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas galian tanah uruk tersebut, termasuk memastikan aspek perizinan, pengelolaan dampak lingkungan, serta penggunaan dan kondisi infrastruktur jalan di sekitar lokasi.
Warga juga berharap apabila aktivitas tersebut terbukti menimbulkan gangguan dan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, pemerintah daerah dan instansi berwenang dapat mengambil langkah sesuai aturan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak yang disebut sebagai pemilik maupun pihak berwenang mengenai status perizinan dan legalitas aktivitas galian tanah uruk di lokasi tersebut.
(Erwin/Tim)


















