NewsParameter -Jakarta -Gelombang kekecewaan datang dari kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Manajemen Universitas Tarumanagara (UNTAR).
Sejumlah mahasiswa melontarkan kritik keras terhadap salah satu dosen bernama Miharni Tjokrosaputro yang dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pengajar.
Dalam pernyataan yang disampaikan mahasiswa, mereka mengaku kecewa dan merasa dirugikan atas sikap serta pola pengajaran dosen tersebut yang disebut-sebut kerap menimbulkan tekanan akademik hingga merugikan mahasiswa, khususnya kelas karyawan. ( 11/5/2026)
Mahasiswa menilai, suasana belajar di kelas tidak berjalan sehat karena dosen disebut tidak memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat. Bahkan, pembicaraan mahasiswa diklaim sering dipotong dan dianggap tidak penting.
“Mahasiswa seolah tidak diberi kesempatan berbicara. Saat mencoba menyampaikan pendapat, justru langsung dipotong,” ungkap salah satu mahasiswa.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menuding dosen tersebut merasa paling benar dalam setiap pembahasan di kelas dan sering membawa materi di luar konteks pembelajaran.
Penyampaian materi disebut lebih banyak berisi opini pribadi yang dinilai tidak relevan dengan mata kuliah.
Kekecewaan semakin memuncak setelah sejumlah mahasiswa mengaku memperoleh nilai rendah meski merasa telah mengerjakan ujian dan tugas dengan baik. Mereka menduga terdapat ketidakadilan dalam sistem penilaian.
“Banyak mahasiswa yang merasa sudah menjawab dengan benar, tetapi tetap diberi nilai merah. Kami merasa usaha kami tidak dihargai,” ujar mahasiswa lainnya.
Mahasiswa juga menyoroti sistem pemberian tugas yang dianggap tidak jelas. Dosen disebut tidak memberikan penjelasan detail kepada mahasiswa dan justru menyerahkan sepenuhnya kepada ketua kelas tanpa arahan yang memadai.
Selain itu, satu kelas disebut mengalami pengurangan poin nilai dengan alasan yang dianggap tidak transparan. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan mahasiswa karena dinilai merugikan secara akademik.
Tak berhenti di situ, dosen tersebut juga dituding sering mempersulit mahasiswa kelas karyawan dengan pola penilaian yang dianggap memberatkan hingga menyebabkan banyak mahasiswa terancam tidak lulus.
Mahasiswa turut menyoroti kedisiplinan dosen dalam mengajar. Mereka mengaku dosen kerap datang terlambat dan dinilai tidak tepat waktu saat perkuliahan berlangsung.
Atas berbagai persoalan tersebut, mahasiswa meminta perhatian serius dari pimpinan kampus, khususnya Rektor Universitas Tarumanagara agar segera melakukan evaluasi terhadap bersangkutan.
Mahasiswa menilai perilaku dan pola pengajaran tersebut telah mencoreng nama baik kampus serta bertentangan dengan visi dan misi UNTAR sebagai institusi pendidikan tinggi.
“Kami meminta pihak rektorat turun tangan dan mengevaluasi dosen tersebut demi menjaga kualitas pendidikan serta kenyamanan mahasiswa dalam belajar,” tegas pernyataan mahasiswa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Universitas Tarumanagara maupun dari dosen yang disebutkan dalam keluhan mahasiswa tersebut.(*).


















