Riau | Newsparameter.com | Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, tengah memprioritaskan perluasan jangkauan layanan kesehatan dengan menggesa pembangunan 28 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) yang tersebar di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen daerah untuk mempercepat pemerataan akses pangan sehat bagi kelompok rentan.
Rencana ekspansi tersebut menjadi pembahasan utama saat Bupati Bengkalis Kasmarni menerima kunjungan kerja dari jajaran Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi
Pekanbaru di Duri, Senin (15/6/2026). Pertemuan ini berfokus pada sinkronisasi program pusat dan daerah guna menekan angka tengkes (stunting) di Provinsi Riau.
Kasmarni memaparkan bahwa wilayahnya bergerak cepat dalam mengadopsi program nasional tersebut. Saat ini, tercatat sudah ada 99 SPPG yang terdaftar di Kabupaten Bengkalis, di mana mayoritas di antaranya telah melengkapi seluruh persyaratan administratif maupun operasional yang ditetapkan.
Menurut Kasmarni, intervensi nutrisi yang menyasar langsung ke wilayah pelosok sangat krusial untuk membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Oleh
karena itu, pengadaan sarana pendukung untuk 28 titik baru di wilayah 3T tersebut kini sedang digesa agar bisa segera beroperasi melayani masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh,
baik dari sisi regulasi maupun sinergi di lapangan. Kasmarni optimistis kolaborasi ini akan memperkuat fondasi kesehatan anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil di wilayahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi dokter Syartiwidya menjelaskan bahwa kehadiran unit-unit SPPG berfungsi sebagai garda
terdepan dalam mengedukasi warga mengenai pola makan seimbang. Pihaknya berharap kemitraan erat dengan pemerintah daerah dapat memastikan distribusi layanan gizi berjalan optimal tanpa ada lapisan masyarakat yang terlewat.(*,) Tuniman

















