Newsparameter.com|Lampung Tengah – Ahmad Aditya melakukan kunjungan ke SMP Negeri 1 Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah, guna meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus kondisi digitalisasi sekolah, Selasa (12/5/2026).
Kedatangan staf khusus wakil presiden tersebut disambut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah Nurrohman, Camat Bangunrejo Feriansyah, unsur Kapolsek dan Danramil Bangunrejo, serta Kepala Sekolah Purnomo Sidi bersama jajaran guru.
Dalam kunjungannya, Ahmad Aditya berdialog langsung dengan para siswa terkait pelaksanaan program MBG di sekolah. Ia menanyakan bagaimana proses pembagian makanan, kedisiplinan siswa, hingga manfaat yang dirasakan para pelajar.
Kepala sekolah, Purnomo Sidi, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter.
“Program makan bergizi ini dapat melatih karakter siswa, mulai dari tanggung jawab, budaya antre, hingga kebersamaan. Pelaksanaannya didampingi guru, mulai dari pengambilan makanan, membagikan kepada teman-temannya, makan bersama di kelas, sampai mengumpulkan kembali tempat makan,” ujarnya.
Selain meninjau program MBG, staf khusus wakil presiden juga melihat langsung kondisi sarana digitalisasi sekolah, khususnya laboratorium komputer. Pihak sekolah menyampaikan bahwa sebagian besar perangkat komputer yang dimiliki sudah berusia tua dan banyak yang tidak lagi dapat digunakan secara optimal.
Sebagai bentuk dukungan, Ahmad Aditya menyerahkan bantuan tiga unit laptop kepada sekolah untuk menunjang proses pembelajaran berbasis digital.
Pihak sekolah berharap perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan digitalisasi pendidikan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk sekolah-sekolah yang telah memiliki gedung laboratorium komputer namun masih kekurangan perangkat penunjang.
“Kami berharap adanya bantuan alat digitalisasi dari pemerintah, baik dari Presiden maupun Wakil Presiden, agar pembelajaran berbasis teknologi dapat berjalan maksimal,” kata Purnomo Sidi.
Selain persoalan fasilitas digital, pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan tenaga pendidik karena masih terdapat kekurangan guru di beberapa mata pelajaran.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional, sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
(Agus s)
















