Mewsparameter.com|Suasana penuh kebersamaan dan semangat pembaruan terasa di Masjid Al-Muttaqin, Cimanggis, Kota Depok, dalam kegiatan pengukuhan Dewan Pengurus Yayasan Masjid Al-Muttaqin yang dirangkaikan dengan acara Halalbihalal, Sabtu, 25 April 2026.
Acara ini menandai babak baru dalam pengelolaan masjid, yang sebelumnya berada di bawah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), kini resmi bertransformasi menjadi yayasan dengan struktur yang lebih formal, meliputi Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengurus.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cimanggis, H. Amat, dalam sambutannya menegaskan pentingnya legalitas dalam kepengurusan. Ia mendorong agar pengurus yang baru segera menyusun Surat Keputusan atau SK guna mempermudah berbagai keperluan administratif dan pengembangan masjid ke depan.
Sementara itu, tausiyah disampaikan oleh KH. Ahmad Sai Matondang, S.EI., M.E.Sy., yang mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Halalbihalal sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Dalam wawancara, pengurus yayasan Drs Eddy Yahya MM menjelaskan bahwa meski terjadi perubahan struktur dari DKM ke yayasan, program-program masjid tetap berjalan seperti biasa. Bahkan, akan ada penguatan pada sektor kepemudaan yang sebelumnya belum maksimal.
“Ke depan, kami ingin mengaktifkan kembali peran remaja masjid. Anak muda harus diberikan ruang agar merasa nyaman dan memiliki peran dalam memakmurkan masjid,” ujar H.eddy
Program unggulan yang akan terus dikembangkan di antaranya adalah kajian Islam rutin yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan, serta rencana pembangunan fasilitas penunjang seperti aula serbaguna.
Dari sisi historis, yayasan ini sebenarnya telah dibentuk sejak tahun 1987 sebagai syarat pembangunan masjid. Kini, yayasan tersebut dihidupkan kembali dengan legalitas yang lebih kuat untuk mendukung pengelolaan yang profesional serta membuka peluang mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun lembaga lainnya.
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya serta harapan besar kepada kepengurusan baru.
Ia menekankan pentingnya menarik minat generasi muda ke masjid dengan menyediakan fasilitas yang ramah, seperti akses Wi-Fi, ruang nyaman, serta kegiatan yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga pengembangan diri dan keterampilan.
Selain itu, Ade juga menyoroti perlunya solusi penanganan banjir di sekitar masjid dengan konsep pembuatan kantong air guna menampung debit air sebelum dialirkan, sebagai langkah preventif ke depan.
Dalam hal dukungan anggaran, ia mempersilakan pengurus yayasan untuk mengajukan proposal dana hibah, mengingat kini status masjid telah berbadan hukum yayasan, sehingga lebih akuntabel dalam pengelolaan bantuan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, juga makan bersama untuk mempererat silaturahmi antar jamaah serta seluruh elemen masyarakat yang hadir.
Dengan semangat baru melalui yayasan, Masjid Al-Muttaqin diharapkan semakin berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di wilayah Cimanggis dan sekitarnya.(*)Np,Hilman/red


















