Newsparameter.com|PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengadakan Sosialisasi Bela Negara, yang diikuti 22 anggota Paskibraka dan 21 perwakilan pelajar SLTA se-Kabupaten Pringsewu. Sosialisasi Bela Negara bertema ‘Menjadi Generasi Emas Indonesia Sebagai Bentuk Bela Negara Untuk Terwujudnya Indonesia Maju’ dengan narasumber Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, Perwira Penghubung Kodim 0424/TGM Mayor Infanteri Agus Supriyadi, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pringsewu Catur Agus Dewanto, digelar di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan untuk mewujudkan SDM Pringsewu yang unggul dan menyongsong Indonesia Emas 2045, diperlukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan karakter dan keterampilan inti. Kehadiran para peserta sosialisasi Bela Negara ini juga,menjadi bukti bahwa generasi muda saat ini adalah generasi pejuang yang pantang menyerah.
“Pemkab Pringsewu saat ini terus bergerak dan berinovasi untuk menjawab berbagai tantangan yang ada. Bagi kami di pemerintahan, bekerja keras menyelesaikan persoalan masyarakat juga merupakan salah satu bentuk bela negara. Sejumlah inovasi itu diantaranya adalah Mocaf sebagai program hilirisasi pangan lokal yang mengolah singkong lokal menjadi produk tepung bernilai tinggi,” ujarnya.
Inovasi lainnya yaitu skema pembiayaan lampu jalan melalui program Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Corporate Farming atau pertanian terkonsolidasi, yaitu lahan petani yang dikelola bersama secara modern agar hasilnya lebih baik, kemudian program pemagangan ke Jepang bagi para pemuda Pringsewu, serta apkikasi Si Prima, sebuah dasbord layanan Pemkab Pringsewu sebagai bagian dari transformasi digital layanan publik. Namun pembangunan itu tidak hanya melulu soal jalan, pertanian, atau teknologi, tetapi ada satu hal yang menjadi fondasi dari semuanya.
“Fondasi itu adalah keluarga, sebagai unit terkecil di masyarakat. Keluarga adalah kelompok inti dari sebuah bangsa, dimana ketika keluarga kuat, maka daerahpun akan ikut maju dan sejahtera. Untuk memperkuat ketahanan keluarga, Pemkab Pringsewu memiliki berbagai program, yaitu Kelas Orangtua, buku Khutbah Ketahanan Keluarga, pemilahan sampah melalui Bank Sampah, kebun pekarangan untuk mencegah stunting, dan jam literasi 68. Semua inovasi ini menunjukkan bahwa setiap inisiatif yang kita lakukan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa adalah juga wujud dari bela negara,” ucapnya.
(Erwin)

















