Mewsparameter.com|Sintang – Tim Satgas TNI memberikan penyuluhan tentang Karhutla kepada tokoh masyarakat, Tokoh adat dan perangkat desa di kediaman Kepala Suku Sub Suku Undau Bapak Sekius, S.Th, M.A.P. di Desa Karya Baru, Kayan Hilir , Sintang, Kalbar, Selasa (8/9/2026).
Penyuluhan dihadiri oleh kepala desa, pendeta dan masyarakat , sekitar 20 orang. Kegiatan silaturahmi itu lebih kepada dialog tentang pencegahan Karhutla serta perbincangan lainnya.
Pada dialog tersebut Kades Karya Baru, Yahya Suryadi (44) menyatakan bersama warganya takut bakar ladang karena musim kemarau dan berdampak terjadi Karhutla.
Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Sintang Kolonel Arh Saptarendra P, ST, M.M., mengungkapkan, Kepala Suku terbesar di Kayan Hilir itu sangat mengapresiasi kehadiran Satgas TNI di wilayah yang dikenal Tanah Bertuah.
“Oleh karena itu, Kepala Suku dan Kades berinisiatif untuk mengundang Satgas TNI,”ujar Sapta.
“Dari penyampaian Pak Kades, bersama warganya takut untuk membakar ladang, karena musim kemarau bisa menyebabkan Karhutla,”tandasnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung dengan hangat itu, Sapta didampingi anggota Satgas TNI lainnya yaitu Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan Kolonel Kes Robi Mandolin , Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Sertu Burhannudin serta anggota Satgas BKO Yon TP 542/ Kodam V Brawijaya.
Senada disampaikan Ketua Tim Penyuluh, Kades Karya Baru Yahya Suryadi sampaikan ketakutan warga dalam membakar ladang karena posisi desa mereka yang terletak di tengah perkebunan sawit.
“Desa kami di tengah kebun sawit perusahaan (PT Gunas Group) dan kami merasa aman karena jika ada kendala mereka bantu , selain itu juga ada aparat dari Koramil dan Polsek,”ujar Kades.
“Saat ini, hampir 90% masyarakat belum menugal (tanam padi) karena kemarau belum pasti kapan berhenti,”imbuhnya.
Selain itu, lanjut Yahya, di desa kami mengalami krisis air bersih, hanya beberapa rumah yang ada. Bahkan ada 1 rumah yang mandi dengan 1 ember untuk menghemat air.
“Untuk itu, kami berharap ada solusi juga bagi kami untuk dukungan air bersih,”tandas dia.
Senada dengan Yahya, Kepala Suku pun menyampaikan kesulitan yang dialami oleh warganya.
“Suku Undau berada di 11 desa wilayah Kecamatan Kayan Hilir dan 8 desa Wilayah Kecamatan Kayan Hulu yang memiliki permasalahan yang sama , diantaranya air bersih,”ujar Kepala Suku yang juga bekerja di Bank Kalbar itu.
“Saat ini, kami juga telah menghimbau supaya tidak melakukan pembakaran pohon untuk pupuk di ladang, sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat membahayakan kami. Apalagi desa kami berada ditengah kebun sawit,”pungkasnya.
(Tim)


















