Newsparameter.com|Jawa Barat,Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan wilayah Cileungsi – Gandoang diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar kualitas. Berdasarkan pantauan di lapangan, hasil pekerjaan terlihat mulai retak meski baru berusia dua hingga tiga hari setelah pengecoran, menimbulkan pertanyaan besar mengenai mutu pelaksanaannya. Dengan anggaran yang menggait Rp. 960.000.000 terbilang (Sembilan Ratus Enam Puluh Juta Rupiah) yang dikerjakan oleh CV. JAYA FATIH sebagai Penyedia Jasa dan CV. CATAHI IDE KREATIF sebagai konsultan pengawas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan proyek tersebut, pihak pelaksana diduga tidak menggunakan alat pemadatan (vibrator) pada hari kedua hingga seterusnya. Padahal pada Lokasi proyek ditemukan ada alat vibrator namun alat tersebut Rusak, sebagaimana berita yang sedang marak disetiap pengerjaan jalan pihak pemborong sengaja menyediakan alat vibrator yang dalam kondisi kurang baik. Padahal penggunaan alat tersebut sangat penting untuk memastikan campuran beton padat dan tidak membuaat rongga udara yang dapat menyebabkan keretakan pada coran secara cepat dan ditengah-tengah Lokasi pengecoran bagian coran tidak dipasang plastik
Selain itu, penggunaan cincin besi berukuran 8 Banci juga dinilai terlalu kecil dan tidak sesuai dengan standar konstruksi jalan yang seharusnya 8mm dikarenakan membutuhkan daya tahan kuat terhadap beban lalu lintas. Akibatnya, struktur beton menjadi rapuh dan mudah retak bahkan sebelum jalan dibuka untuk umum.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun dari instansi terkait mengenai dugaan lemahnya kualitas pekerjaan tersebut. Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum atau pihak pengawas proyek turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut agar proyek tidak merugikan Masyarakat.
(Tim)
















