Newsparameter.com | Bitung, – Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, secara resmi melepas penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Gudang Bulog Kecamatan Madidir, Kelurahan Paceda, Rabu (23/07/2025), dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan instansi terkait.
Wali Kota menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Ia menyebutkan bahwa masyarakat miskin ekstrem menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Kita harapkan tidak ada lagi kesalahan dalam distribusi. Yang wajib menerima tetap harus mereka yang menerima. Tidak boleh ada manipulasi data penerima,” tegas Hengky.
Ia juga meminta agar pengawasan ketat dilakukan oleh aparat penegak hukum, termasuk dari kejaksaan.
“Kita harus bersama-sama mengontrol agar tidak terjadi penyimpangan. Ini tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Hengky turut menyoroti peran strategis Bulog dalam menjaga kestabilan pangan dan menekan inflasi.
Selain beras, Bulog juga memiliki stok jagung yang bisa dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kebutuhan pangan masyarakat,” katanya.
Manager OPP Bulog Bitung, Noldy Rahmayadi, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dimulai dengan melepas seluruh armada distribusi. Bantuan akan menjangkau dua lokasi utama di wilayah Kota Bitung.
“Sebanyak 10.800 Penerima Bantuan Pangan (PBP) ditargetkan menerima bantuan dalam tahap ini. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 10.431 PBP telah menerima bantuan tersebut, dengan total beras yang didistribusikan mencapai sekitar 200 ton,” ujarnya.
Distribusi dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan dan memastikan ketertiban. Setiap kelurahan telah menugaskan tiga petugas khusus yang bertanggung jawab atas pendataan dan distribusi bantuan.
“Sistem berbasis aplikasi dan data digunakan untuk menyaring penerima secara efektif dan transparan. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko penerima ganda atau tidak tepat sasaran,” jelasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, dan Dinas Pertanian turut dilibatkan dalam pemantauan dan pendampingan distribusi.
“Pendampingan dari TNI juga diharapkan membantu proses berjalan aman dan lancar,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kota Bitung berencana menggandeng platform digital seperti Facebook untuk menyebarluaskan informasi dan mempermudah pemantauan oleh masyarakat.
Sebelum peluncuran ini, Pemkot Bitung telah mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh kelurahan untuk menyeragamkan pemahaman dan menyusun mekanisme penyaluran yang terstruktur.
Pemerintah mengingatkan bahwa perubahan data penerima hanya bisa dilakukan melalui mekanisme resmi dan tidak boleh dilakukan secara sepihak. Hal ini penting untuk menjaga integritas program bantuan.
Wali Kota Hengky berharap penyaluran bantuan ini dapat memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat dan mendukung stabilitas ekonomi Kota Bitung. Ia menutup sambutannya dengan ajakan agar semua pihak terlibat aktif dalam pengawasan.
“Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program ini, dan kita pastikan prosesnya bebas dari penyimpangan. Inilah bentuk kehadiran negara untuk rakyatnya,” pungkas Hengky Honandar.


















