Newaparameter.com | Bitung – Bentroknya dua klompok ormas baru-baru ini di Kota Bitung Sulawesi Utara yang sempat viral di jejaring media sosial dan menjadi perhatian serius dikalangan masyarakat mendapat perhatian dari Penggiat Kebudayaan Minahasa. Sabtu, (02/12/2023)
Dalam Aksi Parade budaya dan Aksi kemanusiaan bela palestina terjadi bentrok antara dua klompok ormas hingga cukup memanas, Sutra Siby menduga adanya Otak yang memanfaatkan momen aksi tersebut sehingga terjadinya kericuhan yang berujung isu sara.
Sutra Siby dalam pernyataannya kepada media menyebut bahwa insiden kericuhan yang terjadi ini sanggatlah menganjal, menjadi terlihat aneh jika dalam waktu dan hari yang sama dua klompok Massa Aksi dari elemen berbeda dapat bergerak bersamaan, ini terlihat adanya otak dibalik kericuhan tersebut dengan memanfaatkan momen Aksi dan situasi.
“Sanggat aneh jika dua kegiatan dari elemen berbeda yang dapat mendatangkan ratusan orang, dapat berjalan di waktu dan hari yang sama, bahkan melalui rute yang notabennya dapat bertemu. Saya menduga adanya otak dalam kericuhan yang terjadi, apa lagi terlihat minimnya antisipasi dari pihak kepolisian Polres Bitung dalam berlangsungnya kegiatan”, Kata Siby kepada media.
“Kapolres Bitung harus melakukan penyelidikan sampai keAkar-Akarnya paska terjadi kericuhan, sehingga terlepas dari dugaan-dugaan familiar dalam pemikiran masyarakat,” Tamba Sutra Siby.
Sutra juga berharap agar Kapolres Bitung dapat menjadikan “Aksi November Menangis” kemarin, sebagai bahan Evaluasi mendalam, kiranya kegiatan-kegiatan yang dapat mengumpulkan ratusan orang yang dari unsur idealisme berbeda, jangan sampai di laksanakan bersamaan kembali, sehingga terhindar dari konflik antar dua kubuh, atau oknum-oknum yang dapat memanfaatkan momen aksi dan situasi untuk di kambinghitamkan.
“Ini perlu menjadi evaluasi mendalam bagi Aparat Penegak Hukum terkusus Kapolres Bitung, kedepan agar tidak ada lagi dua kegiatan berbeda yang terbilang mendatangkan ratusan orang, untuk dapat berjalan beriringan. Sehingga dapat terhindar dari konflik antar dua kubuh atau oknum-oknum yang dengan sengaja memanfaatkan momen aksi dan situasi untuk mengkambinghitamkan,” tutur Sutra Siby dalam Harapanya.
Selain itu juga, Sutra Siby meminta agar masyarakat Kota Bitung tidak mudah terprovokasi dan memohon agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.
“Semoga kita tidak mudah terprovokasi dan hal ini tidak terjadi lagi, perlu digaris bawahi saya menduga bahwa insinden kericuhan terjadi bukan karena unsur agama, tetapi terjadi karena diduga adanya unsur kesengajaan atau ada oknum dibalik layar yang berusaha memanfaatkan situasi. Sehingga merusak jalannya dua kegiatan.” tegas Sutra .
“Ingat, Bitung itu terkenal dengan Sitou timou timou tou, mari kita jaga sama-sama kota tercinta kita, lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan mudah terprovokasi apalagi isu-isu seperti ini. Ingat keluarga, ingat anak saudara dan teman-teman kita”. Tutupnya.
(ADL)

















