Newsparameter.com | Bandar Lampung, Kamis, 2 Juli 2025 — Insiden penggerebekan kembali terjadi di salah satu kos di Bandar Lampung, yang melibatkan pasangan muda-mudi. Dalam kejadian ini, seorang wanita berinisial DN yang diketahui masih berstatus istri dari WD, tertangkap sedang berada di kamar kos bersama pria lain.
Kejadian bermula dari kecurigaan pemilik kos yang merupakan kerabat dekat dari WD. Kecurigaan muncul setelah pemilik kos mengenali wajah penghuni kos, yang mirip dengan istri WD, yaitu DN. Setelah itu, pemilik kos menghubungi WD dan memberi tahu bahwa ada wanita yang wajahnya mirip DN berada di kamar kos tersebut.
Setelah dihubungi, WD mengonfirmasi bahwa wanita tersebut adalah istrinya yang telah pergi sejak bulan November 2024, tepatnya tiga hari setelah acara resepsi pernikahan mereka. WD mengungkapkan bahwa istrinya tersebut telah meninggalkan rumah dan pergi tanpa kabar selama berbulan-bulan.
Merasa curiga, WD kemudian menghubungi keluarga dan kerabat dekatnya untuk melakukan pengintaian selama lima hari berturut-turut. Pada hari kejadian, sekitar pukul 6 pagi, WD bersama keluarga dan aparat dari Polsek Tanjung Karang Timur serta Babinsa melakukan penggerebekan di kamar kos yang beralamat di Jalan Pangeran Antasari Gg. Waru 1 No. 16, Kelurahan Waru, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung.
Saat pintu kamar diketuk,DN membuka pintu tersebut dan ditemukan bersama seorang laki-laki lain berinisial RM di dalam kamar. Saat penggerebekan, RM sedang tertidur pulas di dalam kamar, sementara DN terlihat bersama pria tersebut.
Mereka kemudian dibawa ke Polsek Tanjung Karang Timur bersama barang bukti berupa celana dalam wanita dan pakaian lain yang dikenakan DN. WD melaporkan kejadian ini sebagai tindakan perselingkuhan yang dilakukan oleh DN dan RM.
WD menegaskan bahwa dirinya telah melihat langsung istrinya tidur bersama pria lain di kamar kos tersebut. Ia pun meminta agar proses hukum dilanjutkan sesuai prosedur di Polsek Tanjung Karang Timur. Atas perbuatan tersebut, WD menuntut pertanggungjawaban dari DN karena telah mengkhianati kepercayaannya selama ini.
(Erwin)


















