Newsparameter.com | Bitung — Perumda Pasar Bitung kembali melakukan sosialisasi kepada para pedagang Pasar Girian terkait penataan lapak dan penggunaan terpal yang selama ini menghalangi akses pengunjung yang berbelanja.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan suasana pasar yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Terpal yang dipasang sebagian pedagang diketahui sudah melewati batas area jualan dan menutupi sebagian jalan yang biasa digunakan pejalan kaki serta pengunjung pasar.
Kondisi tersebut sering kali membuat pengunjung kesulitan melintas, terutama di waktu pasar ramai.
Pengawas Pasar Girian, Rahmat Alo Pulukadang, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif dan sosialisasi kepada para pedagang agar penataan lapak di Pasar Girian berjalan lebih baik.
“Kami tidak akan lelah dan berhenti untuk melakukan sosialisasi terhadap pedagang agar bisa memberikan rasa nyaman bagi pengunjung yang ingin berbelanja di Pasar Girian,” ujar Rahmat. Senin, (27/10/2025).
Rahmat menambahkan, pedagang diperbolehkan menggunakan terpal, namun harus menjaga jarak minimal satu meter dari tempat jualan. Hal ini untuk menghindari gangguan terhadap pejalan kaki dan pengendara yang melintas di sekitar area pasar.
Selain itu, pihak pengelola pasar juga meminta agar lapak-lapak yang sudah melewati batas jalan segera ditarik ke belakang. Penataan ulang ini diharapkan membuat pasar terlihat lebih luas dan tidak sempit.
Menariknya, para pedagang menyambut baik imbauan tersebut. Mereka secara bersama-sama membuka terpal yang sudah menutupi sebagian jalan, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Perumda Pasar Bitung dalam menciptakan pasar yang bersih, tertib, dan nyaman bagi semua pengunjung.(*)


















