Newsparameter.com|OKU Selatan–SMK Negeri 1 OKU Selatan menggelar rapat bersama sebagai tindak lanjut atas polemik dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang sempat viral di berbagai platform media sosial, media daring, hingga siaran televisi nasional.
Permasalahan tersebut mencuat setelah sejumlah siswa menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pihak sekolah.
Dalam tuntutan nya, para siswa meminta Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan untuk mengundurkan diri dari jabatan nya, menyusul dugaan adanya pemotongan dana PIP yang seharusnya diterima penuh oleh siswa.
Rapat klarifikasi ini dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 1 OKU Selatan, Sri Eliyana, S.Pd., dan dihadiri seluruh dewan guru. Turut hadir Waka Kesiswaan Susnita, Pengawas Sekolah SMKN OKU Selatan Siti Aminah, Komite Sekolah, para wali murid, serta aparat kepolisian yang melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Dalam forum rapat, Kepala SMKN 1 OKU Selatan, Sri Eliyana, S.Pd., menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan wali murid atas terjadi nya aksi penyampaian aspirasi yang berkembang luas dan memicu beragam tanggapan negatif di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk menindak lanjuti tuntutan para siswa, termasuk mengembalikan dana PIP
Selain itu, tuntutan agar pejabat terkait mengundurkan diri juga menjadi perhatian serius manajemen sekolah, serta akan memperbaiki tata kelola sumber daya sekolah.
” Sejak mencuatnya peristiwa tersebut, Waka Kesiswaan Susnita secara sadar telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya, ” tuturnya.
Waka Kesiswaan Susnita dalam rapat juga menyampaikan kesediaannya untuk mengembalikan seluruh dana Program Indonesia Pintar (PIP).
” Saya menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Saya telah mengundurkan diri dari jabatan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan siap mengembalikan seluruh dana PIP kepada siswa penerima, ” ujar Susnita dalam rapat tersebut.
Tanggapan Komite Sekolah.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah menyampaikan penyesalan atas terjadinya ke kisruan yang bermula dari aspirasi siswa terkait dana PIP.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspirasi para siswa telah tersampaikan dan ditindak lanjuti oleh pihak sekolah.
” Kami menyesalkan kejadian ini. Namun aspirasi siswa sudah ditindak lanjuti dan dana PIP yang diduga diterima Waka Kesiswaan telah dikembalikan kepada para penerima, ” tegasnya.
Rapat tersebut diharapkan menjadi titik akhir polemik sekaligus momentum perbaikan tata kelola serta peningkatan transparansi di lingkungan SMKN 1 OKU Selatan ke depan.
(Willy )
















