Newsparameter | BITUNG – Pemutusan aliran listrik oleh PLN di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Wangurer dan Manembo-nembo menjadi keluhan para penghuni.
Pemadaman yang disebabkan oleh tunggakan pembayaran listrik selama tiga bulan oleh Perumda Bangun Bitung ini berdampak serius pada penghuni, termasuk terhentinya pasokan air bersih.
“Kami tersiksa. Listrik mati, air bersih juga tidak ada. Padahal kami rutin membayar tagihan listrik setiap bulan melalui pengelola,” keluh salah satu penghuni pada Selasa (26/11).
Menurut informasi yang diperoleh, tunggakan listrik mencapai Rp150 juta. Direktur Umum Perumda Bangun Bitung, Devan Pesak, mengakui kondisi tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PLN untuk penyambungan kembali, tapi keputusan pembayaran ada pada Direktur Utama, Yohanes Mangempis. Sayangnya, beliau sedang diperiksa penyidik Polres Bitung dan BPKP,” ujarnya.
Situasi ini memicu desakan dari penghuni Rusunawa agar Perumda Bangun Bitung transparan terkait pengelolaan dana listrik yang telah dibayarkan.
Penghuni juga berharap tunggakan segera dilunasi agar listrik dan air bersih kembali normal.
“Kami bayar listrik tepat waktu, tapi kenapa hak kami tidak terpenuhi? Perumda harus bertanggung jawab,” tegas salah seorang penghuni.
(Usman)


















