Newsparameter.com | BITUNG — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Timur Indonesia (GTI) Kota Bitung sukses digelar di Cafe Namarito, Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, pada Sabtu (22/11/2025).
Forum ini dibangun dengan tujuan memperkuat profesionalisme dan integritas GTI, termasuk wartawan yang bermitra dalam menjalankan fungsi pengawasan sosial di era digital.
Kegiatan dibuka dengan dialog internal antara pengurus dan anggota, serta dihadiri Ketua Umum GTI, Fikri Alkatiri, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah. Pada kesempatan itu, Pembina GTI Bitung Abdul Gafur Bawoel menyampaikan laporan awal pelaksanaan program organisasi, kemudian dilanjutkan sambutan resmi Ketua GTI Bitung, Ardi Domili.
Ketua Umum GTI, Fikri Alkatiri dalam arahannya menegaskan bahwa Rakerda tahun ini menjadi momentum penting dalam merumuskan strategi peningkatan kualitas organisasi, khususnya dalam menjalankan peran kontrol sosial terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Kota Bitung.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara GTI dan insan pers dalam menjaga akurasi informasi, transparansi, serta mencegah salah tafsir publik akibat maraknya informasi tanpa verifikasi.
“Tantangan hari ini bukan hanya banyaknya informasi, tetapi bagaimana kita memastikan bahwa informasi itu benar, bertanggung jawab, dan tidak menyesatkan. Karena itu, soliditas organisasi dan kolaborasi dengan jurnalis menjadi sangat penting,” ujar Fikri.
Dalam penyampaiannya, Fikri juga menekankan pentingnya loyalitas dan kedisiplinan anggota dalam menjalankan tugas organisasi. Ia menegaskan bahwa kekuatan GTI bukan pada jumlah, tetapi pada keteguhan komitmen.
“Bung Karno dulu bilang, cukup sepuluh pemuda untuk mengubah bangsa. Kita pun butuh hanya sepuluh orang yang solid, loyal, dan konsisten menjaga arah perjuangan GTI,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fikri menyoroti prioritas organisasi di tahun 2025, yakni membangun kesadaran integritas, etika publik, penghormatan privasi, serta memperkuat peran GTI di mata Forkopimda Kota Bitung.
Ia menambahkan, lonjakan aduan masyarakat pada tahun 2024–2025 menjadi alarm penting bahwa GTI harus semakin kuat dalam kapasitas dan struktur organisasi.
Menutup arahannya, Fikri mengajak seluruh anggota untuk bekerja profesional, menjaga nama baik organisasi, serta berkontribusi dalam menciptakan ruang demokrasi yang sehat di Kota Bitung.
“GTI harus hadir sebagai penyeimbang, bukan pemecah. Kita ada untuk masyarakat, bukan kepentingan kelompok,” tutupnya. (Tim)


















