NewsParameter – Kota Depok – Pengukuhan Pencak Silat Militer (PSM) merujuk pada dua hal utama: pertama, pengukuhan PSM sebagai perguruan resmi di bawah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI), yang secara resmi mengintegrasikan PSM ke dalam struktur induk pencak silat Indonesia, dan kedua, pengukuhan kenaikan tingkat prajurit atau kader pelatih dalam latihan PSM yang bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa, membentuk karakter disiplin, serta meningkatkan kemampuan fisik dan mental prajurit TNI AD.
Prajurit KOSTRAD adalah prajurit terlatih khusus dalam satuan komando utama tempur TNI Angkatan Darat yang bertugas menjaga kedaulatan negara serta melaksanakan operasi militer baik dalam keadaan perang maupun di luar perang.
KOSTRAD merupakan satuan andalan yang bersifat strategis menjadi pusat kekuatan terdepan yang harus selalu siap digerakkan. untuk itu, bela diri merupakan bagian dari seorang prajurit Kostrad dan PSM menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Hal tersebut di kemukakan Ketua Umum IPSI Jawa Barat, H.Phinera Wijaya, S.E saat pengukuhan Pengurus Daerah Khusus (Pengdasus) Pencak Silat Militer (PSM) Divisi 1 Kostrad, di Mako Kostrad Jl. Cilodong, Depok Jawa Barat. Rabu (27/08/2025).
“Ini adalah sejarah besar, dimana Pencak Silat dapat menjadi bagian beladiri yang tidak terpisahkan dari prajurit TNI-AD,” tutur kang Icak panggilan akbrabnya.
Pencaksilat merupakan warisan budaya leluhur milik bangsa Indonesia, kata dia. Untuk itu keberadaannya harus tetap terlestarikan, dan terjaga kebudayaannya. Terlebih, saat ini sudah ditetapkan bahwa pencaksilat adalah resmi sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) milik bangsa Indonesia oleh UNESCO.
“Kami sangat apresiasi, KOSTRAD menjadi bagian dari pengembangan bela diri pencak silat. Ini menjadi bukti bahwa TNI peduli dan berkomitmen menjaga pelestarian budaya bangsa,” ujar dia.
Pihaknya berharap prajurit Kostrad mampu berprestasi dengan lahirya Pengdasus PSM Divisi I Kostrad. Menjadi prajurit yang tangguh, berdedikasi dalam mendorong pelestarian pencaksilat sebagai jati diri budaya bangsa.
“Nanti prajurit Divisi 1 Kostrad bisa menjadi atlet Jabar untuk PON XXII 2028 NTT dan NTB, bisa saja kalau terus rajin berlatih,” ujar kang Icak.
Mayor Jendral TNI, Novi Rubadi Sugito , Panglima Divisi 1 Kostrad, menyampaikan pencak silat militer (PSM) adalah pencak silat yang dipadukan dengan metode latihan khusus untuk kebutuhan medan tempur dan pembentukan prajurit profesional yang kuat secara fisik, teknik, dan mental, serta siap menjadi pelatih di satuannya masing-masing. PSM merupakan bagian dari visi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk melestarikan pencak silat sebagai bela diri wajib TNI AD.
Melalui PSM, diharapkan para atlet militer dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional dan internasional.
Fokus Latihan PSM: Pembinaan fisik yang kuat, Penguasaan teknik tempur yang relevan dengan medan perang, Penguatan mental dan disiplin prajurit. (*)


















