NewsParameter – Riau – Bengkalis -PERMASA Kabupaten Bengkalis mengadakan acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang berlokasi di Pondok Pesantren Nurul Huda Baiturrahman
Jalan Karang Rejo Desa Balai Makam Kec. Bathin Solapan Kab. Bengkalis pada minggu ( 16/11/2025 ).
Dalam acara itu berhadir tokoh masyarakat aceh sekaligus penasehat PERMASA diantaranya M. Nur, Basri Antoni, H. Said Amirudin , H. Ismail Ali, Teuku Sarifuddin.SH , Ihsan, ST, Eka Pranda BRI, Nurdin , Safwan, Supardika , Hermansyah AL, perwakilan Polsek Mandau , aparat desa Balai Makam, pemuka masyarakat, tokoh agama, dan undangan lainnya.
Laporan kegiatan acara oleh T. Amri selaku ketua panitia sebagai awal acara dan langsung dilanjutkan
Pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dilantun kan saudari Nazwa .
Amir Mutholib selaku ketua Plt. PERMASA Kab. Bengkalis dalam kata sambutan nya menyampaikan prihal kedudukannya sebagai Plt, dikarenakan M. Nur selaku ketua yang menjabat sebelumnya jatuh sakit selama setahun dan kurang mampu secara fisik maka sesuai AD/ART pembina dan penaseha mengangkat sy menjadi Pelaksana tugas ( Plt) ketua, tegas nya.
Masih dengan Amir, beliau mengajak seluruh anggota PERMASA untuk lebih bersatu dan maju dimasa mendatang, dan ditegaskannya lagi bahwa mesjid yang kita bangun ini masih banyak lagi kekurangannya untuk itu beliau menghimbau warga aceh untuk lebih giat berinfak dan kita juga tdk menutup diri jika ada masyarakat lain mau berinfaq tuk pembangunan mesjid Nurul Huda Baiturrah man, tutur nya.
Sebelum acara puncak berupa Tausyiah acara diselingi dengan sholawat Badar yang dipandu oleh T. Amri dan seluruh yang berhadir berdiri dan berselawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan penuh hikmat
Diakhir acara Tausyiah yang disampaikan oleh ustadz Arlen SPdI mengetengahkan tentang ummat yang diakui Nabi Muhammad SAW adalah ummat islam yang keras dalam melihat kekufuran dan kebathilan bukan keras radikal , jika benar katakan benar jika bathil katakan bathil.
Di zaman sekarang ini kebathilan dan kekufuran begitu banyak terlihat, lebih parah nya lagi kekufuran dan kebathilan bercampur, salah satu contoh acara sukuran anak mengundang penyanyi yang berpakaian seronok dan bernyanyi serta bergoyang yang bangkitkan syahwat lelaki jelas perbuatan ini termasuk haram dan banyak contoh lainya , kata Arlen . SPdI.
Selesai tausiyah ditutup dengan berdoa bersama * ( Apan Sari/ Tavico )


















