Newsparameter.com | BITUNG — Kejaksaan Negeri Bitung memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) 2025 dengan menggelar kegiatan edukasi publik yang dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul “Mengurai Konflik Menuju Pemilu dan Pilkada Damai Kota Bitung”, di Ruang SH Sarundajang Kantor Walikota. Selasa, (09/12/2025).
Buku ini merupakan hasil kolaborasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung dan Kejaksaan Negeri Bitung.
Buku tersebut menjadi satu-satunya karya KPU di Indonesia yang melibatkan unsur Forkompinda, khususnya aparat penegak hukum, dalam proses penyusunannya.
Kolaborasi ini dinilai penting sebagai bentuk penguatan literasi demokrasi, pencegahan konflik pemilu, dan pembangunan tata kelola politik yang transparan.
Ketua KPU Kota Bitung, Deslie Sumampouw SE, menjelaskan bahwa inisiatif penyusunan buku muncul dari pengalaman Kota Bitung menghadapi dinamika politik yang tinggi pada Pemilu 2024.
“Saat itu dalam rentang beberapa bulan terjadi kasus korupsi hingga konflik yang menjadi sorotan nasional. Karena itu, dokumentasi dan kajian seperti ini sangat penting untuk menjadi pembelajaran ke depan,” ujarnya.
Sumampouw menambahkan, penyusunan buku tersebut berlangsung selama kurang lebih enam bulan dengan proses pengumpulan data, dokumentasi foto, hingga wawancara.
Buku kemudian rampung pada Oktober 2025 dan langsung dipelajari kembali oleh KPU sebelum diputuskan untuk diluncurkan pada peringatan Harkodia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kejaksaan Negeri Bitung, khususnya Pak Yadyn Palembang SH,MH, yang berperan aktif dalam proses penyusunan,” katanya.
Dalam proses penyusunannya, KPU Bitung hanya memberikan materi, dokumentasi, serta sambutan, sedangkan penulisan dan perumusan dilakukan oleh tim Kejaksaan.
“Buku ini lahir karena kerja sama yang baik. Ini menjadi contoh bahwa penyelenggara pemilu dan aparat hukum bisa bersinergi menjaga kualitas demokrasi,” tambah Deslie.
Deslie juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bitung, Polres Bitung, dan seluruh pihak yang turut mendukung kegiatan ini.
Ia berharap peluncuran buku dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rujukan dalam mewujudkan Pemilu dan Pilkada 2029 yang aman, damai, dan berkualitas.
Sebanyak 100 eksemplar buku dicetak, namun pada kesempatan ini hanya sekitar 50–60 eksemplar yang dibagikan, sementara sisanya akan didistribusikan ke lembaga terkait, akademisi, dan perpustakaan.
“Terima kasih untuk semua pihak. Semoga buku ini bermanfaat sebagai referensi dan pengingat agar konflik politik tidak terulang kembali,” tutup Ketua KPU Bitung.


















