NEWSPARAMETER.com JAKARTA: Pementasan Persona: Cerita Hati dan Gairah” yang menampilkan terobosan baru dalam pementasan musik klasik di Indonesia berupa kolaborasi beberapa musisi serta seniman tari dan visual, Senin, (22/8/2022) Pukul 19.00 WIB berhasil memukau ratusan penonton yang memadati Gedung Usmar Ismail Hall, Jakarta,
Kolaborasi seniman Indonesia lintas genre musik, tari, dan visual yang digagas oleh Pharel Silaban, penyanyi tenor kebanggaan Indonesia, mampu menghipnotis dan membawa pikiran para penonton ‘hanyut’ untuk menikmati adengan demi adengan yang dibawakan begitu natural oleh penari Irninta Dwitika diiringi
pianis kenamaan Edith Widayani, serta warna suara tenor Pharel Silaban.
Pementasan Persona: Cerita Hati dan Gairah” ini dimainkan dalam dua babak, yang diawali pengantar dari ‘Sang Kakek’.
Pada babak pertama (Hati) menarasikan perjalanan hidup seorang seniman yang melalui idealisme kreasi artistiknya berusaha mencari kebahagiaan sejati.
pada babak ini suara tenor Pharel Silaban sangat berkelas membawakan karya-karya vokal klasik Barat garapan komposer Georg Friedrich Händel, Vincenzo Bellini, Hermann Zilcher, Mátyás Sieber, Fernando Obradors, serta Mochtar Embut.
Babak kedua (Gairah) menarasikan visi dan harapan seorang seniman dalam meraih kebahagiaan sejati, antara lain, dengan menjaga kobaran api gairah dalam persahabatan dan cinta lestari.
Babak ini mempersembahkan nukilan aria opera terkenal karya Giacomo Puccini, Georges Bizet, dan Gaetano Donizetti.
Pagelaran ini menawarkan terobosan baru dalam pementasan musik klasik di Indonesia berupa kolaborasi beberapa musisi serta seniman tari dan visual dalam mewujudkan Gesamtkunstwerk, sebuah konsep “Total Work of Art” dimana pertunjukan seni dikemas dalam estetika kreasi artistik yang padu, mencakup totalitas pengalaman musikal, visual, dan keragawian.
Dalam pertunjukan kolaborasi ini, Pharel Silaban lulusan Royal College of Music London dan Eastman School of Music New York ini, menggandeng beberapa koleganya, seperti pianis kenamaan Edith Widayani, gitaris berprestasi Sandhya Widhi, penyanyi sopran Eveline Permadi, penyanyi bariton senior Harland Hutabarat dan Rainier Revireino, serta penari Irninta Dwitika.
Tampilan visual multimedia serta olah gerak tari selama pementasan serta penataan panggung sangat rapi dan baik .

Sebelumnya penasihat panitia, Aldentua Siringoringo, SH, yang juga seorang advokat senior ini mengatakan pertunjukkan ini merupakan inovasi dan kreasi bagaimana mendekatkan lagu seriosa dapat bercerita kepada masyarakat Indonesia.
Melalui pertunjukkan ini kita menikmati sebuah kolaborasi inovatif sehingga membuat seriosa itu tidak harus serius atau jauh, tapi dapat lebih dekat kepada masyarakat,” tandas putra kelahiran Kota turis Parapat ini .












