Newsparameter.com | Bitung, — Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Mushola dan Rumah ibadah oikumene di Kejaksaan Negeri Bitung. Rabu (11/06/2025).
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) proyek pembangunan gedung Pembangunan Musholla dan Rumah Ibadah Oikumene di Kejaksaan Negeri Bitung di hadiri oleh perwakilan unsur Forkompinda.
Proyek ini mencakup pembangunan mushola, rumah ibadah oikumene, yang ditujukan untuk memperkuat layanan publik dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan kerja Kejaksaan.
Kepala Dinas PUTR Rizal Sompotan menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebutuhan fasilitas yang memadai di lingkungan Kejaksaan.
“Tujuan kegiatan ini adalah tersedianya sarana gedung serbaguna yang meliputi tempat ibadah ,” ungkap Rizal saat memberikan laporan.
Proyek ini telah melalui proses tender dan dimenangkan oleh PT Putra Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp955 juta. Nomor kontrak tercatat sebagai 01/SPG/DSD/TR/2025, dan tanggal kontrak dimulai pada 2 Juni 2025.
“Masa pelaksanaan pembangunan adalah 150 hari kalender dengan sumber dana berasal dari APBD Kota Bitung melalui Dana Alokasi Umum,” kata Rizal
Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Dr. Yadyn Palembang, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Bitung atas perhatian dan dukungan terhadap kebutuhan fasilitas ibadah pegawai.
“Alhamdulillah, selama setahun saya bertugas di sini, sudah banyak perbaikan, termasuk pengecatan kantor dan pembangunan pos serta ruang pelayanan publik,” ujar Yadyn.
Menurutnya, fasilitas ibadah yang selama ini digunakan pegawai belum representatif. Ruang shalat berada di lantai dua yang dekat dengan toilet, dan rekan-rekan Nasrani harus memakai aula untuk beribadah.
“Kita dahulukan dulu rumah ibadah. Mushola ini insyaallah bisa dipakai untuk salat Jumat karena akan terkoneksi ke ruang ibadah di belakang,” tegasnya.
Yadyn menegaskan bahwa pembangunan ini dilakukan sesuai dengan prinsip pengadaan barang dan jasa berdasarkan regulasi tahun 2018. Ia juga meminta kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan sesuai desain dan gambar rencana.
“Kalau tidak sesuai desain, saya akan bersikap tegas walau saya kenal baik kontraktornya,” katanya.
Ia juga memperingatkan bahwa tidak ada toleransi terhadap oknum yang menyalahgunakan proyek ini untuk keuntungan pribadi.
“Kalau ada oknum Kejaksaan minta sesuatu, lapor langsung ke saya. Saya pastikan bapak tidak akan keluar satu rupiah selama pembangunan, asal sesuai prosedur,” tambahnya.
Pembangunan ini diharapkan dapat selesai dalam waktu 4-5 bulan dan langsung difungsikan.
“Teman-teman yang Muslim bisa shalat di mushola, dan yang Nasrani maupun Katolik bisa menggunakan rumah ibadah oikumene. Di tempat saya bertugas sebelumnya bahkan ada tempat ibadah untuk umat Hindu,” ungkap Yadyn.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang baik antara Kejaksaan dan Pemerintah Kota Bitung.
Menurutnya, pembangunan tempat ibadah ini mencerminkan semangat keberagaman dan toleransi di tengah masyarakat Bitung.
“Langkah ini bukan hanya menjawab kebutuhan spiritual para pegawai, tetapi juga menjadi simbol komitmen kita bersama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan kerja,” kata Hengky.
Ia menekankan bahwa tempat ibadah ini terbuka untuk semua umat beragama yang bekerja di Kejaksaan Negeri Bitung, mencerminkan semangat inklusivitas dan persaudaraan.
Pembangunan mushola dan rumah ibadah oikumene diharapkan menjadi kekuatan spiritual bagi seluruh aparatur kejaksaan dalam menegakkan hukum berdasarkan nilai-nilai keimanan dan ketuhanan.
“Dengan tempat ibadah yang layak, semangat pengabdian tentu akan meningkat. Ini bagian dari upaya kita menuju Bitung Maju yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman,” lanjut Hengky.
Pemerintah Kota Bitung berharap pembangunan ini bisa menjadi model bagi instansi lain untuk mengedepankan pelayanan publik yang ramah terhadap kebutuhan spiritual para pegawai.
Wali Kota Bitung mengajak semua pihak untuk terus menjaga keharmonisan antarumat beragama dan merawat keberagaman sebagai kekuatan bersama.
“Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan menjadi berkah bagi kita semua,” pungkas Hengky.


















