Newsparameter.com | Nabire – Penggunaan dana covid sebesar 21 Milyar yang diduga masuk di rekening BPJS RSUD Kabupaten Nabire masih menjadi pertanyaan sehingga membuat Pegiat Anti Korupsi Tanah Papua Rafael Ood Ambrauw kembali menyuarakan ke media. Selasa (26/09/2023).
Menurutnya anggaran yang sangat fantastik ini harus di ungkap terang benderang ke pada masyarakat, karena ini adalah uang negara.
“KPK RI harus segera mengungkap Penggunaan Dana Covid 21 Milyar di RSUD Nabire, jangan biarkan permasalahan ini berlarut-larut, usut tuntas sampai ada yang menjadi tersangka, ” kata Rafael yang biasa di sapa dengan panggilan akrab Pak Revo.
Dia juga mengatakan bukan menjadi alasan terkait pergantian Direktur BLUD RSUD NABIRE pada bulan April 2023 sehingga dr. Frans F.C. Sayori, M.Kes masih melakukan pembenahan dan pemeriksaan secara internal terkait administrasi.
“Anggran yang masuk di rekening pada tanggal 27 Desember tahun 2021 dengan nilai 21.653,051,000 terkait pembayaran hasil Reviu BPKP Layanan 2020 tahap 16 Klaim Covid 19 RS Umum Nabire bukan menjadi suatu alasan, karena sudah sekian lama kok masih dalam periksaan administrasi, ” tandasnya.
Rafael juga menambahkan, terkaitnya oknum pegawai yang awalnya bekerja di BLUD RS Nabire namun sudah pindah ke instansi lain harus segere dilakukan panggilan oleh pihak RS Nabire.
“Persoalan oknum pegawai yang pernah bekerja di BLUD RS Nabire agar segera dilakukan panggilan, kemungkinan besar sangat mengetahui terkait anggaran tersebut sehingga bisa di pertanggung jawabkan oleh pihak RS Nabire, ” bebernya.
Pegiat Anti Korupsi Tanah Papua berharap KPK RI agar segera melakukan pemeriksaan di RSUD Nabire.
“Saya meminta KPK RI segera melakukan pemeriksaan di RSUD Nabire, jika perlu Kejaksaan Negeri Nabire turut serta juga untuk melakukan panggilan kepada Dirutnya agar bisa memberikan penjelasan terkait dana covid 19 yang jumlahnya puluhan Milyar, ” pungkasnya.
Menurut informasi, kata Rafael, pihak RSUD Nabire sudah dilakukan pemeriksaan di Polres Nabire oleh Penyidik Polda Papua pada hari rabu tanggal 2 Agustus 2023.
Hingga berita ini di publish Humas RSUD Nabire saat di konfirmasi belum juga ada tanggapan.


















