Newsparameter.com | Jayapura – Setelah DPRP membentuk Panitia Khusus (Pansus) Beasiswa Mahasiswa Unggul Papua maka pada Rabu, (4/10/2023), Pansus Beasiswa mulai bekerja dengan menggelar Rapat Internal dalam rangka penyusunan agenda dan program kerja Pansus.
Rapat Internal ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRP Jhony Banua Rouw,SE didampingi Ketua Pansus Beasiswa Fauzun Nihaya dan Wakil Ketua Pansus Jhon NR Gobay yang berlangsung di ruang Rapat Badan Anggaran DPRP, Rabu, (04/10/2023)
“Hari ini kami sudah mulai bekerja dengan Pansus Beasiswa Mahasiswa Unggul Papua. Hari ini kita rapat perdana,” Tegas Ketua DPRP Jhony Banua Rouw,SE kepada Humas DPRP diruangkerjanya usai memimpin Rapat Pansus Beasiswa.
Dikatakan JBR sapaan akrab Jhony Banua Rouw bahwa Pansus Beasiswa Mahasiswa Unggul Papua DPR Papua ini mempunyai tugas mencari solusi penyelesaian berbagai persoalan Beasiswa Afirmasi Otsus Papua terutama terkait pembiayaan yang mulai bermasalah pasca penetapan UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua berikut penetapan PP 106 Tahun 2021 dan PP 107 Tahun 2021 serta penetapan UU 3 provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua. Disamping tentunya melakukan pengecekan kembali data – data mahasiswa penerima beasiswa Unggul Papua baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri,” Tugas pansus ini selain memastikan pembiayaan program beasiswa unggul ini berjalan baik tetapi juga untuk mengecek kembali data data yang ada dan melihat beasiswa bagi anak anak Papua yang tengah menempuh studi di dalam dan luar negeri agar tidak ada masalah di kemudian hari, mereka bisa menyelesaikan studi dengan baik dan mereka jangan sampai terputus ditengah jalan hanya karena terkendala pembiayaan,”Ujarnya
Dikatakan Politisi Partai Nasdem Papua ini bahwa sejalan dengan telah ditetapkannya 3 Provinsi Pemekaran DOB maka Pansus Beasiswa juga akan melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di 3 Provinsi Pemekaran DOB,”
“Kita juga akan lihat. Ada yang sudah kita bagikan atau pindahkan menjadi tanggungjawab daerah otonom baru dan kita lewat Pansus ini akan berkoordinasi dengan Pj Gubernur pada DOB bagaimana apakah mereka bisa dibiayai atau tidak? Intinya kita khawatir bahwa ketika mereka sudah mengikuti pendidikan 3 atau 4 tahun di luar negeri, tapi mereka terpaksa harus putus kuliah lantaran tidak ada biaya dari pemerintah. Padahal, ini soal masa depan mereka, masa depan calon pemimpin bangga ke depan, sehingga kita harus punya tanggungjawab untuk menyelesaikan dengan baik sehingga dapat kembali mengabdi di Tanah Papua,” Bebernya
Dalam rapat perdana itu juga Jhony Banua Rozw,SE yang pada Pemilu Legislatif 2024 akan maju sebagai Calon Anggota DPRP dari Partai Nasdem, Daerah Pemilihan Papua I (Meliputi Distrik Abepura, Heram dan Muara Tami) ini meminta agar Pasus Beasiswa juga mempersiapka grand desain untuk beasiswa mahasiswa unggul Papua itu, terutama jurusan jurusan yang dibutuhkan oleh daerah, sehingga ketika mereka menyelesaikan studi, maka akan bisa mengabdi di Tanah Papua., dengan mengisi tempat tempat yang dibutuhkan, seperti misalnya di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, bisnis dan lainnya, “Jangan sampai mereka selesai studi dan kembali pulang, namun justru menganggur karena tidak tahu apa yang akan mereka kerjakan,” tandasnya.
Selain itu, Jhony berharap mahasiswa Papua yang dibiayai dengan menggunakan dana Otsus itu, seperti ikatan dinas sehingga mereka kembali bisa langsung mengabdi atau terserap dalam bursa kerja, “Itulah beberapa agenda yang akan diselesaikan Pansus Beasiswa ini. Semoga kita bisa memastikan mereka studi dan tidak terkendala dalam pembiayaan. Kita harus menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa ini akan ada masalah, karena kita melihat bahwa kemungkinan besar di Desember 2023, Januari dan Februari 2024, akan terjadi masalah karena tidak cukup biayai untuk membiayai mereka dan kekhawatiran mereka tidak akan bisa ikut ujian semester dan lainnya,”Pungkasnya (AW/EP/LS/Tim Humas DPRP)


















