NewsParameter.com | Jayapura – Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat memimpin Pelaksanaan pakta integritas dan pengambilan sumpah dilanjutkan rikmin awal penerimaan Bintara Rekrutmen Proaktif Polri T.A. 2023.
Kegiatan itu berlangsung di Aula Rastra Samara Polda Papua, Senin (17/10/2022). Hadir juga dalam kegiatan Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare dan Karo SDM Polda Papua Kombes Pol I Wayan Gede Ardana serta pejabat utama Polda Papua.
Kegiatan diawal dengan pembacaan pakta integritas, pengambilan sumpah dan penandatanganan berita acara seleksi rekruitmen proaktif Bintara Polri T.A. 2023 yang dipimpin oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayatdan diikuti oleh perwakilan dari panitia dan peserta seleksi rekrutmen proaktif Bintara Polri T.A. 2023.
Karo SDM Polda Papua dalam kesempatannya mengatakan, Polri telah berupaya mencari bibit unggul di masing-masing Polda yang kemudian dipilih untuk bisa menjadi anggota Polri di luar rekrutmen yang telah dilaksanakan baik Tamtama, Bintara maupun Akpol.
“Ada 3 kategori rekrutmen proaktif penerimaan Bintara Polri T.A. 2023 ini, diantaranya talent scouting, affirmative action, dan penghargaan yang terdiri dari rekan-rekan di pulau terluar dan wilayah terpencil yang ada di Papua,” kata Kombes I Wayan.
Dikatakan bahwa animo di Polda Papua sampai saat ini sebanyak 87 orang dan jumlah peserta yang akan diterima seluruh Indonesia sebanyak 1.300 orang yang terdiri dari 1.100 pria dan 200 wanita.
Sementara itu Wakapolda Papua pada sambutannya menyampaikan bahwa Presiden telah mencanangkan gerakan revolusi mental bagi bangsa Indonesia guna percepatan perwujudan cita-cita nasional kita sebagaimana telah di Amanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam hal ini, Polri memiliki peran yang sangat vital yaitu sebagai pelopor revolusi mental dan penggerak tertib sosial di ruang publik.
“Hal tersebut, menuntut kita untuk segera melakukan perubahan secara revolusionel disegala bidang, yang dimulai dari proses seleksi atau penerimaan calon-calon personel yang mampu menjadi pelopor revolusi mental, terlebih seleksi atau penerimaan tersebut adalah seleksi atau penerimaan calon bintara yang nantinya akan menjadi sosok personel yang akan menentukan keberhasilan tugas Polri,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, penandatanganan pakta integritas ini bukanlah sekedar acara seremonial belaka, namun merupakan suatu momentum guna mengaktualisasikan harapan pimpinan Polri khususnya Polda Papua dalam mewujudkan proses seleksi yang unggul dan kompetitif yang akan bermuara pada peningkatan profesionalitas kinerja Polri khususnya Polda Papua.
“Saya berharap melalui pelaksanaan seleksi yang profesional dan akuntabel dapat menghasilkan calon bintara Polri yang berkualitas,” lanjutnya.
Wakapolda juga menekankan kepada peserta dan juga panitia untuk melaksanakan seleksi dengan dengan jujur objektif, bersih, transparan, akuntabel, unggul dan kompetitif dan tidak menyalah gunakan wewenang dan jabatan untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan.
“Kepada Pengawas Internal, saya harap bisa mengawasi panitia maupun peserta dalam setiap tahapan seleksi sesuai dengan prinsip yang ada,” tutupnya.


















