Newsparameter.com | Bitung – Majelis Dzikir Wata’lim Al Haudh Jilid IV melaksanakan Maulid Arbain Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Girian Permai, Kota Bitung, Selasa (26/08/2025).
Kegiatan ini dihadiri jamaah dari berbagai wilayah untuk bersama-sama memperingati kelahiran Baginda Nabi.
Habib Abdullah Bin Ali Bin Smith selaku pendiri Majelis Ta’lim Al Haudh Sulawesi Utara menyampaikan bahwa peringatan Maulid Arbain dilaksanakan selama 40 hari sejak masuknya 1 Rabiul Awal, bulan kelahiran Rasulullah SAW.
Menurutnya, 40 hari peringatan ini memiliki makna khusus dalam memperkenalkan akhlak Nabi Muhammad SAW kepada umat.
“Melalui Maulid Arbain ini, kita ingin menanamkan kepada masyarakat bagaimana akhlak Rasulullah yang santun, ramah, dan dipuji oleh Allah SWT. Pelaksanaannya pun berpindah-pindah dari rumah ke rumah, dari tempat ke tempat, agar pesan ini lebih luas diterima umat,” ujar Habib Abdullah.
Ia menambahkan, dengan berpindahnya lokasi peringatan Maulid Arbain, masyarakat bisa lebih mudah terlibat langsung dan merasakan suasana kebersamaan dalam mengenang perjuangan serta akhlak Rasulullah SAW.
Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Khalid Faluqah menegaskan bahwa tujuan utama Maulid Arbain adalah mendidik umat agar semakin cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
“Jika umat sudah mengenal perjuangan Rasulullah, maka mereka akan mencintainya. Dan bila sudah mencintai Rasulullah, tentu akan mengikuti syariatnya,” jelas Ustaz Khalid.
Menurutnya, rasa cinta kepada Rasulullah adalah jalan terbaik untuk menuntun umat agar lebih taat beribadah dan berakhlak mulia.
Ia berharap peringatan Maulid Arbain ini bisa menjadi momentum penting dalam membangkitkan semangat keagamaan di kalangan umat Islam, khususnya di Kota Bitung.
Peringatan Maulid Arbain Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Dzikir Wata’lim Al Haudh ini dijadwalkan berlangsung selama 40 hari penuh.
Jamaah akan terus mengikuti kegiatan dzikir, doa, dan tausiah keagamaan hingga akhir Rabiul Awal, dengan harapan semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. (*)
















