NewsParameter.Com| | Bitung – Seorang anak perempuan berinisial AA (13) yang menempuh pendidikan di salah satu sekolah dasar (SD) Negeri 1 Bitung mengaku sering mengalami tindakan bullying. Jumat, (16/06/2023)
Satu hari sebelum meninggal dunia korban yang sakit menceritakan bahwa dirinya selama bersekolah sering mendapatkan tindakan kekerasan oleh teman sekolahnya.
Dalam pengakuan korban kepada saudara dari keluarga ayahnya tersebut diabadikan dengan rekaman video ponsel genggam.
Korban berinial AA (13) menyebut bahwa bagian tubuhnya seperti kepala, leher, perut dan kakinya mengalami sakit akibat dari tindakan kekerasa (bullying) dari teman-teman sekolahnya.
“AA Kalo di sekolah dorang jaga pukul-pukul di kepala, AA dorang jaga gate di kaki kalo bajalang, kalo iko upacara topi dorang jaga rampas,” kata korban dalam rekaman video
Dalam rekaman video, korban juga menyatakan bahwa sempat berkeinginan melawan atas perlakuan bullying yang di alaminya namun korban merasa takut.
AA juga mengaku sempat melaporkan perilaku bullying yang dialami dirinya kepada salah satu ibu gurunya namun keluhannya tak digubris.
Saiful Arsad selaku ayah korban saat dikonfirmasi awak media dirumah duka terkait vidio pengakuan korban menerangkan bahwa, dirinya tidak mengatahui anaknya sering mendapatkan perlakuan bullying selama bersekolah dan adanya video pengakuan anaknya sebelum meninggal dunia.
Namun seminggu sebelum anaknya meninggal dunia, saat AA dirawat di Rumah sakit perna menceritakan bahwa AA mendapatkan perilaku kekerasan oleh temannya (bullying) dan sering dipajaki uang jajan sekolah.
“Saya sebelumnya tidak mengataui untuk video dan perilaku bullying yang dialami anak perempuan saya, tapi pada saat anak saya dirawat di Rumah Sakit, seminggu sebelum meninggal. Anak saya sempat mengatakan bahwa dia pengalami perilaku kekerasan dan sering di ambil uang jajan sekolahnya oleh teman-temannya disekolah,” ujar Saiful selaku ayah korban.
Saiful juga menegaskan agar pihak-pihak yang berwenang dapat mengambil peran tegas dan tenaga pendidik perlu memperketat pengawasan terhadap siswa-siswi di Lingkungan Sekolah Kota Bitung agar tidak ada korban-korban bullying berikutnya.
Diwaktu yang berbeda Maria Sibby selaku Kepala Sekolah SDN 1 Bitung, saat dikonfirmasi awak media lewat telepon suara terkait kejadian tersebut menerangkan bahwa AA memang salah satu siswinya dan tidak mengatahui kalo AA mendapatkan perilaku bullying oleh teman-temannya.
Kepala Sekolah juga menerangkah bahwa AA siswinya memiliki karakter pendiam dan tertutup bahkan sering sakit serta apsen dari sekolah (Alpa).
“Untuk bullying kami pihak sekolah tidak mengatahuinya, anak tersebut juga karakternya pendiam dan cenderung tertutup bahkan diketahui sering sakit dan apsen alpa selama bersekolah akhir-akhir ini, ditambah lagi orang tuanya sudah pisah kemungkinan menjadi pengacu terganggung mental anak,” ucap Maria Sibby dalam telepon whatsaap
(AD)


















