NewsParameter | DEPOK ~ Menyongsong pelaksanaan program dan kebijakan daerah tahun 2025, Komisi D DPRD Kota Depok menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesejahteraan sosial dan meningkatkan partisipasi publik dalam setiap proses pembangunan daerah. Minggu (9/11/2025).
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, H. Ade Ibrahim, S.Pd.I, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi faktor penentu dalam mewujudkan pembangunan sosial yang berkeadilan serta pelayanan publik yang berkualitas.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan bukan hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar H. Ade Ibrahim usai kegiatan Sosialisasi Kebijakan Publik di Depok
Sebagai komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan, Komisi D akan terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan APBD Kota Depok, terutama dalam memastikan efektivitas program sosial dan pendidikan yang berdampak langsung kepada warga.
Selain pengawasan anggaran, DPRD juga mendorong penguatan mekanisme pelaporan publik berbasis digital agar masyarakat dapat lebih mudah menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran terhadap program yang dijalankan pemerintah daerah.
“Partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan. Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi warga Depok untuk menyampaikan ide, kritik, dan solusi demi kemajuan bersama,” tegas Ade Ibrahim.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik, kegiatan Sosialisasi Komunikasi (Soskom) kali ini turut melibatkan Tim New Hade Center (NHC) yang menyatakan siap berkolaborasi dengan Komisi D DPRD Kota Depok dalam menjalankan program berbasis prinsip konkret, komitmen, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk Ketua Majlis Ta’lim, pengurus masjid, serta 12 ustadz perwakilan dari setiap kelurahan di Kecamatan Cimanggis. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya aspirasi dan kolaborasi antara masyarakat dan lembaga legislatif dalam membangun Depok yang lebih inklusif dan berdaya.
Lebih jauh, H. Ade Ibrahim juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda atau Gen Z dalam memahami dinamika politik dan peran lembaga legislatif. Ia mengajak anak muda untuk tidak apatis terhadap politik, melainkan aktif menganalisis dan berpartisipasi dalam partai politik serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Generasi penerus perlu memahami fungsi anggota legislatif sebagai wakil rakyat. Dengan keterlibatan mereka, kita dapat memastikan keberlanjutan pembangunan yang berpihak pada masyarakat luas,” ungkapnya.
Dengan langkah strategis ini, DPRD Kota Depok berharap tahun 2025 menjadi momentum penguatan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
(*)NP.Hilman/red


















