Newsparameter.com | Jakarta – Dalam kesempatan bersejarah tersebut,Elyzabeth menyampaikan harapannya agar momentum kemerdekaan ini dapat menjadi titik awal menuju Indonesia Emas.Sesuai dengan tagline Hari Kemerdekaan ke-80 “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” harus menjadi pegangan seluruh bangsa.
Bersatu adalah kuncinya, berdaulat adalah syaratnya, rakyat sejahtera adalah tujuannya, dan Indonesia maju adalah cita-cita bersama.Maka untuk mewujudkan Indonesia Emas, maka kita harus menanamkan semangat kemerdekaan dengan kesatuan hati, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Pemerintah harus mau mendengarkan suara rakyat, dan rakyat pun harus mau serta memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja.
Jangan terus-menerus memberikan kritik, apalagi dengan aksi demonstrasi. Mari kita gunakan dialog politik yang sehat, tanpa kekerasan, sesuai sila Pancasila musyawarah untuk mufakat. Semakin maju suatu negara penyelesaian masalah tidak lagi dengan kekerasan fisik melainkan dialog” ujar Elyzabeth.
Lebih lanjut, Elyzabeth menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Menanggapi suara-suara yang menilai pemerintahan saat ini berbau militerisme, Elyzabeth menegaskan bahwa hal itu tidak perlu dipermasalahkan apabila hal tersebut justru membawa kebaikan bagi bangsa.
“Tidak perlu terlalu antipati terhadap didikan militer. Buktinya, siswa-siswa yang dikirim Gubernur Jawabarat, Dedi Mulyadi ke barak militer hasilnya bagus dan bahkan di apresiasi banyak orang. Jadi tidak usah melebih-lebihkan dengan istilah ‘militerisasi’. Kalau itu membawa kebaikan, kenapa tidak? Militer terkenal dengan ketegasannya, dan itu penting dalam membangun bangsa,” ungkapnya.
Terkait adanya perdebatan soal penampilan tari-tarian dalam perayaan di Istana, Elyzabeth menilai hal tersebut wajar saja. “Kita sedang merayakan Hari Kemerdekaan, dan itu pun hanya dilaksanakan satu hari. Tidak perlu ada komentar-komentar yang ‘julid’,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Elyzabeth kembali mengingatkan pentingnya semangat persatuan. “Kemerdekaan terjadi karena semua orang bersatu. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Bersikaplah bijak dalam memandang setiap kebijakan pemerintah, jangan mudah terprovokasi. Ingat, pemimpin yang ada saat ini dipilih oleh rakyat. Karena itu, rakyat juga ikut bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan. Inilah makna nyata dari Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” tegas Elyzabeth.
(Erwin/Tim)


















