Newsparameter.com|Depok, Jawa Barat (Selasa, 3 Maret 2026)—Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sebesar 5,11% secara tahunan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Kendati demikian, beragam tantangan masih dihadapi masyarakat, salah satunya penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025 mencatat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi dari jumlah total angka pengangguran nasional 7,28 juta belum terserap dunia kerja dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,76%.
Data tersebut menyiratkan asinkron (mismatch) antara kurikulum akademik dengan kebutuhan industri. Problem tersebut bahkan akan diperparah dengan situasi geopolitik termutakhir. Ketegangan antara AS-Isreal versus Iran berpotensi membuat guncangan terhadap perekonomian dan pelambatan pertumbuhan lapangan kerja formal domestik. 
Guna merespon situasi global dan dalam negeri, Program Studi Sastra Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Ikatan Alumni Program Studi Jawa (Ikasada), dan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KMSJ) berkomitmen untuk bersama-sama mengakselerasi penerapan nilai-nilai lokal sebagai sumber modal sosial untuk menjaga ketahanan masyarakat di tengah tekanan global.
Ketua Progam Studi Sastra Jawa FIB UI Dr.Atin Fitriana, mengatakan
solidaritas kolektif berbasis kearifan lokal itu berpeluang diadopsi lebih lanjut untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai tantangan di berbagai sektor. “Kerifan lokal dapat menjadi pijakan melahirkan pola pemberdayaan ekonomi lebih inklusif, karena dijalin dengan lebih sadar, merata, dan berkelanjutan,” kata Atin di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026). Hal ini digaungkan pada Buka Puasa Bersama kolaborasi KMSJ, Prodi Jawa FIB-UI, dan Ikasada, di Auditorium Gedung I FIB-UI di Depok, Jumat pekan lalu.
Prodi Jawa FIB-UI, sambungnya, mulai menggiatkan pengajaran pemberdayaan lokal bersumber dari manuskrip serta mengembangkan riset-riset kolaboratif dengan rumpun Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) agar bertautan dengan kebutuhan bursa kerja atau industri terkait.
Pertemuan segitiga aset di bulan Ramadan tersebut menjadi momentum penting peningkatan kerjasama untuk mengakselerasi pengajaran berbasis kelokalan tentang Jawa dengan kebutuhan industri dengan melibatkan alumni. Praktik pemberdayaan lokal melalui komunitas itu dipraktikkan para mahasiswa di berbagai kegiatan berbasis Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) berskala kecil dan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Ketua Ikasada FIB UI, Susiana Rachmawati, menyampaikan alumni berperan strategis untuk menjadi pemecah kebuntuan atas melambatnya serapan sarjana di dunia kerja dengan menjadi jembatan dengan program studi agar lulusan baru bukan saja mendapat pengetahuan tentang dunia kerja, menjadi medium meningkatkan keterampilan, serta terpenting dapat mendorong penyerapan tersebut.
“Peran alumni memang sangat sentral agar para lulusan baru (fresh graduate) dapat dengan mudah beroleh akses terhadap dunia kerja. Kami menegaskan akan membantu paling tidak di dalam ekosistem ini untuk mengurangi angka kesenjangan lulusan sarjana dengan serapan dunia kerja,” pungkas Susi. (*)Np,Tim/red
IKASADA FIB-UI
Kampus FIB-UI Depok
+62 812-9000-0203
Instagram: @ikasadafibui


















