Newsparameter.com | Bitung – Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) melaksanakan kampanye terbatas di Propinsi Sulut, Kota Bitung, Kecamatan Lembeh Selatan Papusungan. Sabtu (06/01/2024).
Kampanye terbatas di hadiri oleh Seluruh Calon Legislatif (Caleg) Propinsi Sulut maupun Daerah, dan juga sekitar seribu massa simpatisan PDIP dari beberapa wilayah yang ada di Kota Bitung.
Dalam orasi politik Calon DPRD Propinsi Daerah Pemilihan Bitung – Minut nomor urut 2, Eugenie Nona Mantiri mengatakan, jika terpilih akan bersama dengan rakyat.
“Jika saya terpilih nanti akan bersama rakyat, serta mendukung semua program Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar – Mahfud akan saya laksanakan, terutama Program 1 rumah 1 sarjana bagi masyarakat miskin, dan Pendidikan. Bahkan Program Ganjar – Mahfud akan turun sampai ke Kabupaten maupun Kota, ” kata Eguina Nona Mantiri.
Mantan birokrat yang pensiun sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung menuturkan, akan memprioritaskan Program Pendidikan yang lebih utama bagi anak putus sekolah.
“Saya sebagai Mantan Kepala Dinas Pendidikan akan prioritaskan Program Pendidikan, yang lebih utama membantu anak – anak yang putus sekolah agar bisa melanjutkan sekolahnya, ” ujarnya.
Hal yang sama di sampaikan Caleg DPRD Provinsi Nomor Urut 3 Fabian Kaloh, dalam orasi politiknya menerangkan tentang 7 progam Ganjar – Mahfud.
“Ada 7 program Calon Presiden dan Wakil Prest kita, yaitu, Program 1 Desa, 1 Faskes, 1 Nakes.Program ini difokuskan pada desa – desa tertinggal, terdepan dan terluar. Uang Saku Kader Posyandu, 10 Juta Hunian – Punya Rumah Semudah Punya Motor, Sekolah Dapat Gaji, Lulus Pasti Kerja, 1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana, Perempuan Maju, Buruh Naik Kelas, Kuliah Gratis Untuk Anak Prajurit dan Bhayangkara, Mudah Berusaha Membantu menaikan UMKM, Masjid Sejahtera – Pengurus Masjid Terlindungi Meningkatkan kualitas manajemen masjid serta mushola dan rumah ibadah agama lainnya dan Gaji Guru Ngaji, Pasokan Pangan Aman, Harga Enak di Kantongi, Lansia Bahagia, Anak Cucu Gembira, Sikat KKN, Digitalisasi, Birokrasi, Gandakan Anggaran, ” jelas Febian Kaloh.

















