Newsparameter.com | Maumbi, MINUT – Seorang driver ojek online (ojol) mengalami kejadian nahas saat mengantar pesanan makanan di kawasan Grand Spa Maumbi, Minahasa Utara, pada Rabu (02/04/2025) dini hari. Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi premanisme di wilayah tersebut yang semakin meresahkan warga.
Korban, seorang pemuda berinisial TFT alias Jo, diserang tiba-tiba oleh dua orang pemuda yang menghajarnya dari belakang saat ia hendak menyelesaikan pengantaran makanan. Terkejut dengan serangan tersebut, korban berusaha melarikan diri ke lorong samping Indomaret Maumbi, namun dikejar oleh para pelaku hingga ke sekitar SMA Kosgoro.
Pertikaian berlanjut hingga akhirnya warga sekitar turun tangan untuk melerai dan mengamankan korban. Akibat serangan itu, korban mengalami luka parah, termasuk kepala bocor akibat lemparan benda keras. Perkelahian baru benar-benar berakhir sekitar pukul 03.00 WITA setelah warga mengevakuasi korban ke rumah salah satu warga untuk menghindari serangan lebih lanjut.
Tak lama berselang, polisi dihubungi oleh warga dan korban segera dilarikan ke rumah sakit di kawasan Airmadidi sekitar pukul 05.00 WITA untuk mendapatkan perawatan medis.
Warga Maumbi Resah: Premanisme Semakin Marak!
Menurut informasi dari warga sekitar, wilayah Grand Spa dan Indomaret Maumbi kerap menjadi lokasi keributan yang dipicu oleh pemuda-pemuda mabuk. Situasi ini membuat banyak warga merasa tidak aman, terutama para pelaku usaha kecil menengah (UMKM) yang berjualan di area tersebut.
Menanggapi kejadian ini, tokoh masyarakat Maumbi, Marthen Sula, yang juga menjabat sebagai Kaban LI BAPAN SULUT, angkat bicara.
“Sekelompok anak muda sering membuat onar dan ini sudah sangat meresahkan. Warga serta pelaku UMKM sering mengeluhkan kondisi ini. Kami meminta pihak kepolisian segera menindak tegas aksi premanisme di wilayah ini sebelum ada korban jiwa,” tegas Marthen Sula.
Marthen juga mendesak Polres Minahasa Utara untuk lebih mengintensifkan patroli di titik-titik rawan serta meningkatkan kerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah guna menciptakan lingkungan yang aman bagi warga.
Dengan langkah tegas dari aparat kepolisian, diharapkan situasi keamanan di Maumbi dapat kembali kondusif dan kejadian serupa tidak terulang lagi.
(A.D)


















