Newsparameter.com | Bitung, Sulawesi Utara — Pemerintah Kota Bitung menggelar ziarah lintas lokasi sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-35 Kota Bitung. Bukan sekadar tradisi, kegiatan ini menjadi napas penghormatan yang hidup terhadap jasa para tokoh pendiri dan pemimpin terdahulu.
Prosesi ziarah dimulai pukul 08.00 WITA di makam almarhum Robert K. Lahindo, SH, M.Si di Winenet. Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi istrinya, Wakil Wali Kota Randito Maringka beserta istri, Sekretaris Daerah Ir. Ignatius Rudy Theno, ST, MT, dan jajaran pejabat Pemerintah Kota Bitung. Jumat, (03/10/2025).

Ziarah lintas lokasi ini menjadi wujud nyata penghormatan dan rasa terima kasih atas pengabdian mereka yang telah berjuang membangun fondasi awal Kota Bitung. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hengky tampak khidmat memimpin doa dan tabur bunga di setiap makam yang dikunjungi.
Dalam sambutannya, Hengky menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan bentuk cinta dan penghormatan yang tidak lekang oleh waktu. Ia mengingatkan bahwa kemajuan yang dirasakan hari ini adalah hasil kerja keras dan pengorbanan para pendahulu.

“Kami datang bukan hanya membawa bunga, tapi juga membawa tekad. Bahwa warisan para pemimpin terdahulu akan terus kami jaga dan lanjutkan,” ujar Hengky dengan nada haru di tengah keheningan rombongan.
Rangkaian ziarah meliputi delapan titik lokasi yang tersebar di beberapa daerah: mulai dari Kauditan hingga Kawangkoan, serta dari Maumbi hingga Tomohon. Setiap makam menjadi saksi bisu perjuangan, dedikasi, dan cita-cita besar yang kini menjelma menjadi wajah Bitung masa kini.
Wakil Wali Kota Randito Maringka menambahkan, ziarah ini juga menjadi momen refleksi bagi seluruh jajaran pemerintah untuk tetap bekerja dengan hati dan integritas. Ia menyebut, semangat para tokoh pendiri adalah inspirasi untuk menjaga Bitung tetap harmonis dan maju.
Ziarah tersebut juga menggambarkan makna pembangunan dalam dimensi yang lebih luas. Bahwa membangun kota tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa kota — menanamkan rasa hormat, kebersamaan, dan kesinambungan antar generasi.

“Peringatan HUT ke-35 ini mengajarkan kita untuk tidak melupakan akar. Kita berdiri di atas kerja keras mereka yang lebih dulu menanamkan nilai-nilai pelayanan dan pengabdian,” ujar Sekda Rudy Theno.
Dalam perjalanan ziarah itu, para pejabat dan peserta tampak larut dalam suasana penuh keheningan dan doa. Setiap langkah menjadi simbol penghormatan, setiap tabur bunga menjadi pernyataan cinta terhadap sejarah panjang Kota Bitung.
Tabur bunga dan doa bersama menjadi penutup yang syahdu. Di antara hembusan angin pagi dan bayangan pohon rindang, tersirat janji dari para pemimpin saat ini: Bitung akan terus melangkah dengan hati, menjunjung nilai luhur, dan membangun masa depan yang lebih terang.
Ziarah lintas lokasi ini menjadi bukti bahwa penghargaan terhadap sejarah bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan fondasi moral untuk melangkah ke depan. Di balik setiap batu nisan, tersimpan semangat yang kini menyala kembali di hati para pemimpin dan warga Bitung.
Berikut daftar mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung beserta lokasi makam mereka:
Alm. Robert K. Lahindo, SH, MSi (Masa bakti 2006–2011) dimakamkan di Winenet (Kota Bitung)
Alm. Drs. W.A. Worang (Masa bakti 1978–1980) dimakamkan di Kauditan (Kabupaten Minut)
Alm. Milton Kansil, SE (Masa bakti 2000–2005) dimakamkan di Maumbi (Kabupaten Minut)
Alm. Hanny Sondakh (Masa bakti 2006–2016) dimakamkan di Maumbi (Kabupaten Minut)
Alm. Drs. Karel Lasut Senduk (Masa bakti 1980–1986) dimakamkan di Tomohon (Kota Tomohon)
Alm. Kol (Purn) Cornelis Supit (Masa bakti 2000–2005) dimakamkan di Tondano (Kabupaten Minahasa)
Alm. Drs. Max Lumintang (Masa bakti 2005–2006) dimakamkan di Sonder (Kabupaten Minahasa)
Alm. Drs. Sinyo Harry Sarundajang (Masa bakti 1986–2000) dimakamkan di Kawangkoan (Kabupaten Minahasa). (*)














