Newsparameter.com | Manokwari – Yan Christian Warinussy memberi apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo karena telah memberikan kepercayaan kepada salah seorang Jenderal Polisi Orang Asli Papua (OAP) yaitu Brigjen Polisi Johnny Eddizon Isir, S.I.K, M.T.C.P sebagai Kapolda Papua Barat.
Hal tersebut dikatakannya kepada awak media melalui pesan rilisnya. Kamis (07/12/2023).
“Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya menyampaikan apresiasi dan rasa hormat serta terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah memberikan kepercayaan kepada salah seorang Jenderal Polisi Orang Asli Papua (OAP) yaitu Brigjen Polisi Johnny Eddizon Isir, S.I.K, M.T.C.P sebagai Kapolda Papua Barat, ” katanya.Â
Sesuai Telegram Rahasia (TR) Nomor : ST/2750/XII/KEP./2023, tertanggal Kamis 7 Desember 2023 tersebut Jenderal Isir akan menggantikan Irjen Pol.Daniel Tahi Monang Silitonga, SH, MA yang dimutasikan sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Secara pribadi saya memberikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang tinggi kepada Irjen Monang Silitonga yang telah turut meletakkan dasar yang kokoh bagi pengembangan tugas Polri di jajaran Polda Papua Barat selama ini. Kiranya kepecayaan baru selaku Kapolda NTT akan mampu dijalankan dengan baik oleh Jenderal Silitonga, karena persoalan dugaan pidana penganiayaan yang telah melibatkan sejumlah aktivis ormas di Kupang NTT pasti dapat diproses secara hukum hingga bermuara di pengadilan, ” ujarnya.
Jenderal Isir yang telah memiliki pengalaman berharga selama bertugas sebagai Kapolres di Jayawijaya, Papua dan Manokwari, Papua Barat beberapa waktu lalu pasti telah memahami situasi dan kondisi keamanan serta penegakan hukum di wilayah hukum Polda Papua Barat.
“Saya yakin dengan jejak digital bapak Isir yang menguasai wilayah dan sekarang akan menjabat Kapolda Papua Barat sehingga beberapa masalah krusial seperti pertambangan emas tanpa ijin (PETI) yang masih berlangsung di beberapa lokasi di Papua Barat kiranya dapat menjadi titik perhatian Kapolda Isir untuk dituntaskan, ” jelasnya.
Lanjutnya mengatakan, kondisi sejumlah pemilik modal operasi PETI di Manokwari dan Provinsi Papua Barat selama ini tidak memiliki ijin usaha maupun ijin penambangan emas hendaknya menjadi perhatian Kapolda Papua Barat yang baru ini.
“Semoga Kapolda yang baru bisa menerbitkan Pertambangan Emas Tampa Ijin (PETI) dan Juga soal peredaran miras di Papua Barat, penting untuk menjadi bagian yang patut diperhatikan oleh Jenderal Isir selaku petinggi Polri di Wilayah ini. Juga kegiatan judi togel baik yang online maupun ofline, kiranya dapat menjadi perhatian Kapolda Papua Barat yang baru nantinya, ” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan, mendorong Jenderal Isir agar sebagai Jenderal Polisi Asli Papua dan Kapolda OAP kedua setelah Jenderal Waterpauw dapat memberi perhatian bagi pengkaderan calon-calon Kapolsek di lingkungan Polda Papua Barat menjadi tempat yang dapat diduduki oleh perwira-perwira Orang Asli Papua (OAP).
“Sebagai seorang Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Di Tanah Papua, saya mendorong Jenderal Isir agar sebagai Jenderal Polisi Asli Papua dan Kapolda OAP kedua setelah Jenderal Waterpauw dapat memberi perhatian bagi pengkaderan calon-calon Kapolsek di lingkungan Polda Papua Barat menjadi tempat yang dapat diduduki oleh perwira-perwira Orang Asli Papua (OAP). Terutama bagi Polsek-Polsek di wilayah pesisir dan pedalaman misalnya di wilayah hukum Polres Manokwari Selatan, Polres Maybrat, Polres Tambrauw, Polres Raja Ampat, Polres Kaimana, Polres Fakfak, Polres Teluk Wondama. Anggota Polri Asli Papua yang telah menamatkan pendidikan Kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol) maupun Sekolah Perwira Polisi (SPP) hendaknya mendapat kesempatan untuk menjalankan tugasnya sebagai petinggi Polri yang dapat mendekatkan hubungan Negara dan Rakyat Asli Papua ke depan, ” pungkasnya.


















