NewsParameter.com |Jonggol, Kabupaten Bogor- Jawa Barat . Diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar konstruksi yang seharusnya.
Dari pantauan di lapangan, ditemukan beberapa indikasi bahwa pekerjaan dilakukan asal-asalan dan berpotensi membuat bangunan cepat rusak.
Salah satu temuan paling mencolok adalah bagian tembok bangunan yang tidak memiliki pondasi.
Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan struktur dinding mudah retak atau roboh, terutama jika terkena getaran atau tekanan air hujan. Padahal, pondasi merupakan elemen paling penting dalam menopang kekuatan bangunan. Selain itu, pada bagian atap juga ditemukan kejanggalan. Jarak antar baja ringan diduga terlalu renggang, yaitu sekitar 126 cm, sedangkan standar ideal hanya 120 cm antar rangka (A–B). Selisih jarak tersebut dapat mengurangi daya tahan dan kestabilan rangka atap, sehingga rawan mengalami kendur atau bahkan roboh dalam jangka Panjang dan baja ringan bermerk KCMP.
Proyek revitalisasi SDN Sukamanah 02 menggunakan anggaran hingga Rp.1.078.500.000 terbilang (Satu Milyar Tujuh Puluh Delapan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang dikerjakan oleh pihak CV. MASKUM FAMILY sebagai Penyedia Jasa dan CV. INDIKA SABA sebagai Konsultan Pengawas. Melewati pekerjaan ini semestinya menjadi langkah positif untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan siswa dalam belajar. Namun, dugaan pelanggaran teknis tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.
Masyarakat sangat berharap adanya Tindakan dari Pihak terkait dan memberikan Tanggapan Resmi mengenai Laporan Ketidaksesuaian pekerjaan dilapangan, mengingat Gedung sekolah merupakan Penunjang anak-anak melakukan kegiatan belajar sehari-hari tandas mengakhiri .
( Pa .Dir )


















