Newsparameter.com.com |Cileungsi, Kabupaten Bogor- Proyek betonisasi jalan penghubung Cilengsi–Ciyoso, Kabupaten Bogor, menuai sorotan publik. Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan adanya beberapa titik pengecoran yang diduga tidak menggunakan besi tulangan (besi doel ) sebagaimana mestinya dalam pekerjaan konstruksi jalan beton.
Warga dan Jurnalis mendapati bahwa pada beberapa ruas jalan yang baru saja dicor, tidak tampak adanya pemasangan besi yang dilakukan pada pengecoran. Padahal, besi tulangan berfungsi untuk memperkuat struktur beton agar tidak mudah retak atau rusak akibat beban kendaraan berat adapun pada titik persis didepan pintu Pom Bensin pertamina besi Doel dan besi Tiber ada yang tidak dipasang, waktu pengecoran berlangsung pekerja tidak menggunakan APD seperti rompi dan helm, dan disaat pengecoran berlangsung tidak ada vibrator pemadatan beton jalan coran. Dengan anggaran yang mencapai Rp.891.500.000 teribilang (Delapan Ratus Sembilan Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang dijalankan oleh PT. Queensa Manggala Abadi sebagai penyedia jasa dan PT. Catahi Ide Kreatif.
Selain itu, sejumlah pengamat pembangunan menilai bahwa penghilangan material penting seperti besi tulangan dapat berdampak serius terhadap kualitas dan daya tahan jalan. Proyek betonisasi jalan Cilengsi–Ciyoso sendiri diketahui merupakan salah satu program peningkatan infrastruktur jalan di wilayah timur Kabupaten Bogor. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan akses antar desa dan mendukung aktivitas ekonomi warga. Namun dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek tersebut.
Berdasarkan informasi yang telah disampaikan, kami dan masyarakat berharap penuh adanya tindakan dari Pemerintah untuk menindak lanjuti kegiatan yang menggunakan anggaran negara yang diperoleh dari hasil pajak Masyarakat.
(Tim)


















