Newsparameter.com | Bitung, – Pemerintah Kota Bitung secara resmi membentuk Forum Lintas Sektoral Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat melalui Keputusan Wali Kota Bitung Nomor 188.45/HRM/SK/124/2025.
Forum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna menciptakan stabilitas keamanan di wilayah strategis pesisir Sulawesi Utara tersebut.
Forum ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, yang juga bertindak sebagai pembina dan penanggung jawab.
Keanggotaan forum terdiri dari unsur TNI, Polri, intelijen, dan perangkat daerah, termasuk Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada II, Dirpolairud Polda Sulut, Danyonmarhanlan VIII, hingga pejabat Badan Kesbangpol Bitung.
Randito Maringka menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban adalah pondasi utama dalam menciptakan ruang pembangunan yang kondusif.
“Kota Bitung memiliki dinamika sosial yang kompleks karena merupakan wilayah pesisir strategis, pelabuhan internasional, kawasan industri, dan pusat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa stabilitas kamtibmas harus dijaga dengan pendekatan kolaboratif lintas sektoral, mengingat berbagai potensi ancaman yang dihadapi kota ini tidak bisa ditangani secara sektoral atau parsial. Sinergi dan soliditas antar lembaga menjadi kunci.
Randito menyampaikan empat poin strategis dalam arahannya: memperkuat sinergi lintas sektor, menangani potensi konflik sosial melalui deteksi dini, memberantas kejahatan lintas batas dan narkotika, serta menjaga keamanan kawasan industri dan pelabuhan dari potensi sabotase atau kriminalitas.
Ia menegaskan bahwa forum ini bukan hanya sebagai wadah koordinasi, namun harus menjadi pusat komando moral dan strategis dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.
“Deteksi dini, respons cepat, serta pendekatan humanis adalah prioritas kita bersama,” tandas Randito.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bitung membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap instansi di forum ini untuk menyampaikan rekomendasi konkret dan taktis yang bisa segera ditindaklanjuti. Forum ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan operasional.
Keputusan pembentukan forum ini juga mencerminkan keseriusan Pemkot Bitung dalam menjaga ketertiban masyarakat, terutama di tengah meningkatnya potensi gangguan keamanan baik yang bersifat konvensional seperti kriminalitas, maupun nonkonvensional seperti penyelundupan, radikalisme, dan penyalahgunaan narkoba.
Ditegaskan bahwa kawasan industri dan pelabuhan Bitung harus dijaga steril dari berbagai bentuk pelanggaran hukum. Upaya ini dilakukan demi menjaga iklim investasi yang sehat dan citra positif kota di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam susunan forum, Kepala Badan Kesbangpol Bitung bertindak sebagai ketua pelaksana, dengan sekretaris dijabat oleh Sekretaris Kesbangpol. Anggota forum terdiri dari seluruh kepala bidang di lingkungan Kesbangpol serta analis kebijakan yang kompeten.
Turut hadir dalam peluncuran forum ini sejumlah tokoh penting, antara lain Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Hreesang Wisanggeni, Danyonmarhanlan VIII Letkol Marinir Helmi Hamsyir, Dirpolairud Polda Sulut AKBP Eko Wimpyanto Hardjiko, serta Koordinator Wilayah BIN Bitung Thein H.C. Pakasi.
Selain itu, Dansubdenpom XIII Rindam Merdeka Lettu CPM Daniel Senen, Sekretaris Daerah Kota Bitung, dan seluruh jajaran lintas sektor juga turut hadir dalam agenda pembentukan forum ini yang berlangsung penuh semangat dan komitmen.
Forum ini menjadi bagian integral dari visi besar Kota Bitung dalam mewujudkan “Harmonisasi Menuju Bitung Maju”, sebagaimana dikampanyekan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung sejak awal masa jabatan mereka.
“Bitung harus menjadi rumah bersama yang aman, nyaman, dan penuh harapan. Forum ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut,” pungkas Randito. (*)


















