Newsparameter.com | Bitung — Suasana akrab dan penuh kehangatan menyelimuti pertemuan antara jajaran Pengadilan Negeri (PN) Bitung dan para wartawan Biro Bitung yang digelar di Mono Box Café, pusat Kota Bitung. Rabu, (12/11/2025).
Acara yang dikemas santai itu menjadi momen perpisahan bagi Ketua PN Bitung, Johanis Dairo Malo, S.H., M.H., yang akan segera menempuh penugasan baru setelah 1 tahun 3 bulan memimpin PN Bitung dengan penuh dedikasi.
Sejak 2 Agustus 2024, Johanis Dairo Malo resmi menjabat Ketua PN Bitung. Sejak awal masa jabatannya, ia langsung menemui insan pers Bitung untuk memperkenalkan diri dan membangun komunikasi terbuka dengan para wartawan. Sosoknya dinilai sebagai hakim yang bersahaja, terbuka, rendah hati, dan murah senyum.
Selama kepemimpinannya, PN Bitung mencatat berbagai prestasi dan inovasi, terutama dalam peningkatan pelayanan publik dan keterbukaan informasi.
Johanis dikenal sebagai pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat maupun wartawan, bahkan kerap meluangkan waktu untuk memberikan klarifikasi pemberitaan dan berdiskusi soal isu hukum.
Pada pertemuan perpisahan tersebut, Johanis tetap tampil dengan gaya khasnya yang humanis. Ia meladeni berbagai pertanyaan wartawan, termasuk terkait sidang kapal PSDKP dan eksekusi lahan di Manembo-nembo yang tengah menjadi perhatian publik di Kota Bitung.
“Berteman dengan wartawan itu sangat penting, karena dalam perjalanan karier saya selalu bersama wartawan. Terima kasih kepada pers yang telah mendukung dan bekerja sama selama saya di Bitung. Teruslah berkarya untuk kemajuan Kota Bitung tercinta,” ujar Johanis sambil tersenyum.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung, Tezar Basalamah, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Johanis selama bertugas di PN Bitung.
“Kolaborasi antara PN Bitung dan insan pers selama ini sangat baik. Kami mengapresiasi keterbukaan Bapak Johanis terhadap media dan mendoakan kesuksesan beliau di tempat tugas yang baru,” ujarnya.
Tezar juga berharap agar Ketua PN Bitung yang baru nantinya dapat melanjutkan sinergi positif yang telah terjalin.
Momen perpisahan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara lembaga peradilan dan media di Bitung, serta meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.
Meski masa tugasnya di PN Bitung telah berakhir, senyum dan keteladanan Johanis Dairo Malo akan tetap dikenang sebagai contoh pemimpin lembaga peradilan yang humanis, bersahaja, dan dekat dengan masyarakat serta insan pers. (“)


















